Kenali Sinyal Anak Butuh Dukungan untuk Membangun Kepercayaan Diri
- 28 Sep 2026 08:52 WIB
- Sintang
Poin Utama
- Kepercayaan diri anak tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian berbicara atau tampil di depan publik, tetapi juga melalui berbagai kebiasaan dan respons dalam situasi sehari-hari.
- Keraguan terhadap kemampuan diri pada anak dapat teridentifikasi melalui perilaku berulang yang sering dianggap sebagai bagian dari sifatnya oleh orang lain.
- Orang tua perlu mengenali perubahan dan kebiasaan anak secara cermat untuk dapat memberikan dukungan dan intervensi yang tepat bagi perkembangan kepercayaan diri mereka.
RRI.CO.ID, Sintang - Kepercayaan diri anak tidak selalu terlihat dari keberanian berbicara atau tampil di depan orang lain. Dalam keseharian, keraguan terhadap kemampuan diri juga bisa muncul melalui kebiasaan dan respons anak saat menghadapi situasi tertentu.
Mengutip dari CNN Indonesia, anak yang kurang percaya diri dapat menunjukkan sejumlah perilaku yang kerap dianggap sebagai bagian dari sifatnya. Karena itu, orang tua perlu mengenali perubahan atau kebiasaan yang muncul secara berulang agar dapat memberikan dukungan yang tepat.
Salah satu sinyal yang dapat diperhatikan adalah ketika anak terlalu sering membutuhkan validasi. Anak mungkin berulang kali meminta kepastian dari orang tua atau orang di sekitarnya mengenai keputusan maupun hasil pekerjaan yang telah dilakukan.
Keraguan juga dapat terlihat saat anak harus menentukan pilihan. Ia cenderung menunggu arahan orang lain karena takut mengambil keputusan yang keliru. Dalam kondisi tertentu, anak bahkan lebih memilih mengikuti pilihan teman daripada menyampaikan keinginannya sendiri.
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga patut menjadi perhatian. Anak dapat merasa tidak mampu ketika melihat pencapaian teman atau saudara. Perasaan tersebut membuat anak lebih mudah melihat kekurangan dirinya dibandingkan kemampuan yang sudah dimiliki.
Sinyal lainnya muncul ketika anak enggan mencoba kegiatan baru. Ketakutan mengalami kegagalan bisa membuat anak memilih mundur sebelum mencoba. Padahal, keengganan tersebut belum tentu berarti anak tidak tertarik dengan kegiatan yang ditawarkan.
Anak juga bisa menjadi lebih sensitif terhadap penilaian orang lain. Kesalahan kecil atau komentar dari lingkungan dapat membuatnya merasa malu, khawatir, atau takut melakukan hal yang sama kembali.
Dukungan orang tua dibutuhkan agar anak memiliki ruang untuk belajar tanpa terus merasa takut salah. Memberikan kesempatan mencoba, menghargai usaha, serta mendengarkan pendapat anak dapat membantu membangun keyakinan terhadap kemampuan dirinya.
Jika perilaku tersebut muncul secara konsisten dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, orang tua dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi anak. Dengan memahami sinyal yang muncul, kebutuhan anak akan dukungan emosional dan pendampingan dapat lebih mudah dikenali.
Sumber : CNN Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....