Sintang Kekurangan Sekitar 2.300 Guru

  • 12 Agt 2026 09:46 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kabupaten Sintang menghadapi persoalan serius terkait ketersediaan tenaga pendidik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang mencatat Kabupaten Sintang masih kekurangan sekitar 2.300 guru, sementara setiap tahun ratusan tenaga pendidik memasuki masa pensiun.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, mengatakan tahun ini sebanyak 122 guru memasuki masa pensiun. Jumlah tersebut disebut relatif sama setiap tahun dan membuat kebutuhan tenaga pendidik terus bertambah.

Roni menjelaskan, kondisi tersebut diperparah karena dalam sekitar lima tahun terakhir tidak ada penerimaan PNS untuk formasi guru. Sementara penerimaan PPPK belum menambah jumlah guru secara signifikan karena sebagian besar merupakan tenaga yang sebelumnya sudah mengabdi di sekolah dan kemudian berubah status menjadi PPPK.

Menurutnya, pemerintah daerah kini lebih mengandalkan penataan dan pemerataan guru yang tersedia. Distribusi tenaga pendidik akan disesuaikan dengan jumlah siswa, ruang belajar, serta kebutuhan mata pelajaran dan kelas di masing-masing sekolah.

“Setiap tahun jumlah guru yang pensiun cukup besar. Tahun ini saja ada 122 guru yang memasuki masa pensiun, dan angkanya hampir sama setiap tahun,” kata Roni.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan karena pemerintah daerah juga tidak dapat leluasa melakukan pengangkatan tenaga guru untuk menutup kekurangan yang ada. Karena itu, pemerataan guru menjadi langkah sementara yang terus dilakukan Disdikbud Sintang.

Di sisi lain, sekolah selama ini masih dapat memanfaatkan dana operasional untuk mendukung kebutuhan tenaga pendidik tertentu. Namun mulai 2027, penggunaan dana tersebut untuk membiayai guru tidak lagi diperbolehkan, sehingga kebutuhan solusi jangka panjang dinilai semakin mendesak.

Roni menegaskan Disdikbud akan memaksimalkan guru yang tersedia agar kesenjangan antara jumlah tenaga pendidik dan jumlah siswa tidak semakin lebar.

“Kita akan coba maksimalkan yang sudah ada. Ini yang sedang kita upayakan untuk dilakukan pemerataan, supaya jumlah kekurangan guru kita tidak terlalu jauh dibandingkan dengan jumlah siswa,” ujarnya. (dby)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....