Mengenal Pahlawan Nasional dari Kalimantan dan Jejak Perjuangannya
- 27 Jul 2026 19:03 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Pulau Kalimantan memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dari wilayah ini lahir sejumlah tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam melawan penjajahan, mempertahankan kemerdekaan, hingga membangun negara. Atas jasa dan pengabdiannya, beberapa di antaranya telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Berikut sembilan tokoh asal Kalimantan yang dikenal atas perjuangan dan dedikasinya bagi Indonesia.
1. Pangeran Antasari
Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sekitar tahun 1797 atau 1809. Ia dikenal sebagai pemimpin Perang Banjar yang memimpin perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Dengan dukungan berbagai suku di sepanjang Sungai Barito dan pedalaman Kalimantan, Pangeran Antasari memimpin serangan besar terhadap kekuatan Belanda sejak 25 April 1859. Setelah wafat akibat sakit pada 11 Oktober 1862, perjuangannya diteruskan oleh putranya, Muhammad Sema. Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 27 Maret 1968.
2. Brigjen Hasan Basri
Brigjen Hasan Basri lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, pada 17 Juni 1923. Ia dikenal sebagai tokoh militer sekaligus pendiri Batalyon ALRI Divisi IV Kalimantan Selatan. Dalam masa revolusi kemerdekaan, Hasan Basri tetap mempertahankan perjuangan meski Kalimantan berada di bawah pengaruh Belanda. Salah satu pencapaiannya adalah memproklamasikan Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia pada 17 Mei 1949. Atas jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 3 November 2001.
3. Idham Chalid
Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan, pada 27 Agustus 1921. Selain dikenal sebagai tokoh politik nasional, ia juga merupakan ulama yang berperan besar dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sepanjang kariernya, Idham Chalid pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR, Ketua MPR, serta memimpin PBNU selama hampir tiga dekade. Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya pada 7 November 2011.
4. Ir. Pangeran H. Mohammad Noor
Ir. Pangeran H. Mohammad Noor lahir di Martapura pada 24 Juni 1901. Ia merupakan tokoh pembangunan sekaligus pejuang yang aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain menjadi Gubernur Kalimantan pertama, ia juga pernah menjabat Menteri Pekerjaan Umum. Berbagai proyek besar seperti pengembangan Sungai Barito, PLTA Riam Kanan, hingga pembukaan lahan pasang surut menjadi bagian dari warisan pengabdiannya. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2018.
5. Abdul Kadir
Abdul Kadir lahir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada 1771. Sebagai bangsawan Melawi, ia memilih melawan penjajahan Belanda meski menghadapi tekanan politik. Perlawanan yang dipimpinnya berlangsung selama bertahun-tahun hingga akhirnya ia ditangkap dan meninggal dalam tahanan Belanda di Nanga Pinoh pada 1875. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1999.
6. Tjilik Riwut
Tjilik Riwut lahir di Kasongan, Kalimantan Tengah, pada 2 Februari 1918. Tokoh Dayak ini berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus pembangunan daerah. Ia memimpin operasi penerjunan pasukan payung pertama di Indonesia dan kemudian dipercaya menjadi Gubernur Kalimantan Tengah. Namanya kini diabadikan sebagai nama bandara di Palangka Raya. Tjilik Riwut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1998.
7. Drs. Saadilah Mursyid
Saadilah Mursyid lahir pada 7 September 1937. Ia dikenal sebagai birokrat yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Sekretaris Kabinet. Sebelum menjadi menteri, ia berkarier di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Saadilah juga memiliki peran penting pada masa transisi pemerintahan tahun 1998, termasuk dalam penyusunan dokumen penting menjelang pengunduran diri Presiden Soeharto.
| Baca juga: Ratusan Gamer Ikuti Turnamen FFNS di Sintang |
8. Sultan Hidayatullah II
Sultan Hidayatullah II lahir di Martapura pada 1822 dengan nama Gusti Andarun. Ia menjadi salah satu pemimpin utama Perang Banjar melawan pemerintah Hindia Belanda. Meski sempat diasingkan ke Cianjur hingga akhir hayatnya pada 1904, perjuangannya dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan atas jasa-jasanya melalui penganugerahan Bintang Mahaputera Utama pada 1999.
9. Letjen (Purn) Zaini Azhar Maulani
Zaini Azhar Maulani lahir di Marabahan, Kalimantan Selatan, pada 6 Januari 1939. Kariernya banyak dihabiskan di dunia militer, intelijen, dan pemerintahan. Ia pernah menjabat Panglima Kodam VI/Tanjungpura, Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi, hingga Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Selain itu, ia juga aktif sebagai penulis dan pemerhati isu pertahanan serta politik nasional.
Kesembilan tokoh tersebut menunjukkan bahwa Kalimantan memiliki banyak putra terbaik yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan maupun pembangunan Indonesia. Semangat, keberanian, dan pengabdian mereka menjadi teladan bagi generasi penerus untuk terus mencintai dan membangun bangsa. (Lin)
Referensi:
https://www.gramedia.com/literasi/pahlawan-asal-kalimantan/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....