Sejarah Lensa Kontak, Inovasi yang Terus Berkembang

  • 27 Jul 2026 19:04 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Lensa kontak kini menjadi salah satu pilihan alat bantu penglihatan yang banyak digunakan sebagai pengganti kacamata. Selain praktis, lensa kontak juga terus mengalami perkembangan teknologi sehingga semakin nyaman dan aman digunakan. Namun, perjalanan inovasi ini telah dimulai sejak berabad-abad lalu.

Gagasan awal mengenai lensa kontak pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan asal Italia, Leonardo da Vinci, pada abad ke-16. Melalui sejumlah sketsa, ia menggambarkan konsep memperbaiki penglihatan dengan melihat melalui wadah berisi air. Meski belum dapat diterapkan secara praktis, idenya menjadi dasar pengembangan lensa kontak di masa depan.

Pada abad ke-17, filsuf Prancis René Descartes mengembangkan konsep tersebut dengan mengusulkan tabung kecil berisi air yang hanya menyentuh kornea mata. Gagasan itu dinilai lebih sederhana, meskipun masih belum memungkinkan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki abad ke-19, ilmuwan Thomas Young mencoba mewujudkan konsep tersebut dengan membuat lensa sederhana yang ditempelkan ke mata menggunakan lilin. Di masa yang sama, John Herschel mengusulkan pembuatan cetakan permukaan mata untuk menghasilkan lensa yang lebih sesuai dengan bentuk mata pengguna.

Pada akhir abad ke-19, lensa kontak berbahan kaca mulai dikembangkan oleh sejumlah ilmuwan. Meski mampu membantu penglihatan, lensa tersebut terasa berat, kurang nyaman, dan membatasi aliran oksigen ke mata sehingga penggunaannya masih memiliki banyak keterbatasan.

Perkembangan signifikan terjadi pada abad ke-20 ketika optometris asal Amerika Serikat, William Feinbloom, memperkenalkan lensa yang memadukan kaca dan plastik. Inovasi ini membuat lensa menjadi lebih ringan dan nyaman digunakan.

Selanjutnya, Kevin Touhy menciptakan lensa berukuran lebih kecil berbahan plastik yang memungkinkan lebih banyak oksigen masuk ke mata. Penemuan tersebut membuat lensa kontak semakin diminati pada dekade 1950-an dan 1960-an.

Kemajuan besar kembali terjadi ketika ahli kimia asal Ceko, Otto Wichterle, bersama Drahoslav Lim, berhasil mengembangkan lensa berbahan hidrogel yang mampu menyerap air dalam jumlah tinggi. Material ini membuat lensa menjadi lebih lembut, transparan, dan nyaman dipakai.

Seiring berkembangnya teknologi, industri optik mulai menghadirkan lensa kontak lunak, lensa multifokal, lensa torik untuk penderita astigmatisme, hingga lensa harian yang lebih higienis dan praktis.

Memasuki abad ke-21, bahan silikon hidrogel menjadi pilihan utama dalam pembuatan lensa kontak modern. Material ini mampu menghantarkan oksigen ke mata lebih baik sekaligus memberikan kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama.

Saat ini, pengembangan lensa kontak terus berlanjut. Berbagai perusahaan tengah mengembangkan lensa kontak pintar yang diproyeksikan mampu memperbesar objek, membantu membaca, hingga mengantarkan obat langsung melalui mata. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa teknologi lensa kontak masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang di masa mendatang. (Lin)

Referensi:

https://www.visiondirect.co.uk/blog/history-of-contacts

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....