Mutiara Pagi: Takwa dan Sabar Kunci Kesuksesan

  • 09 Jul 2026 09:55 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Dalam acara Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Sintang pada Kamis, 9 Juli 2026. Ustad Mursidin Habibullah hadir sebagai pemateri yang menyampaikan bahwa kesuksesan dunia dan akhirat hanya dapat diraih melalui ketakwaan kepada Allah SWT. Kajian tersebut mengajak umat Islam menjadikan takwa sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan serta meraih keberkahan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Ustad Mursidin Habibullah menjelaskan bahwa takwa harus disertai dengan kesabaran agar menghasilkan keberhasilan yang sempurna. Hal itu sebagaimana ditegaskan dalam QS. Yusuf ayat 90 yang menyebutkan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang bertakwa dan bersabar.

Menurutnya, masih banyak orang yang hanya memiliki salah satu sifat, yaitu sabar atau takwa saja. Padahal kedua sifat tersebut harus berjalan beriringan agar seseorang memperoleh hasil terbaik di dunia sebelum mendapatkan balasan di akhirat.

Umat Islam juga diingatkan agar selalu berhusnuzan kepada Allah SWT atas setiap ketetapan yang diberikan-Nya. Orang yang bertakwa dan bersabar akan memperoleh keberkahan hidup serta pahala dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam membangun ketakwaan, seseorang perlu memiliki sifat mu'ahadah dengan terus memperbarui komitmen kepada Allah melalui ibadah yang ikhlas, terutama menjaga salat lima waktu dan hanya memohon pertolongan kepada-Nya. Selain itu, muraqabah dan muhasabah juga penting agar setiap hamba merasa diawasi Allah serta mampu mengevaluasi diri untuk memperbaiki kesalahan di masa mendatang.

Pemateri turut menjelaskan pentingnya mujahadah sebagai sikap bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Sementara itu, mua'qabah merupakan bentuk pendisiplinan diri dengan memberikan sanksi kepada diri sendiri ketika lalai dalam menjalankan kebaikan agar tidak mengulanginya.

Ketakwaan juga menjadi jalan memperoleh ampunan Allah sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Anfal ayat 29, terutama bagi dosa yang berkaitan dengan hubungan seorang hamba kepada Allah SWT. Adapun kesalahan terhadap sesama manusia harus diselesaikan dengan meminta maaf dan menunaikan hak-hak orang yang bersangkutan.

Ustad Mursidin Habibullah menambahkan bahwa Allah SWT menjadikan ketakwaan sebagai ukuran kemuliaan manusia, bukan harta, kedudukan, maupun keturunan sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13. Oleh karena itu, setiap muslim diharapkan terus meningkatkan ketakwaan agar memperoleh kemuliaan serta kesuksesan di dunia dan akhirat.

Pada akhir acara, dibuka sesi interaktif melalui sambungan telepon dan WhatsApp yang dimanfaatkan sejumlah pendengar untuk mengajukan pertanyaan seputar ibadah. Pertanyaan yang disampaikan antara lain dari Mama Alama asal Jertak mengenai bacaan rukuk dan sujud, Bu Ana Masuka tentang salat duha, Bu Ros dari Dara Juanti mengenai qunut, serta Pak Rifki Baning mengenai penerapan ketakwaan di lingkungan keluarga, mutiara pagi dapat diikuti setiap Senin hingga Sabtu pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....