Ujian Sebenarnya Hadir tatkala Lapang

  • 04 Mei 2026 14:58 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Program acara Mutiara Pagi Islam kembali menghadirkan kajian penuh makna dengan menghadirkan Ustadz Rivaldi sebagai narasumber utama pada Kamis, 30 April 2026. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema Ujian Sebenarnya Hadir Tatkala Lapang yang mengajak para jamaah untuk memahami makna ujian hidup dari sudut pandang yang lebih luas.

Dalam pemaparannya Ustadz Rivaldi menegaskan bahwa banyak orang keliru memahami ujian hidup hanya sebatas kesulitan, penderitaan atau kondisi yang tidak menyenangkan. “Kita harus paham, justru ujian hidup kita sebenarnya itu hadir dalam kondisi ketika kita itu sedang lapang, sedang ada, sedang enak”. Katanya.

Ia menambahkan bahwa sakit atau kesedihan memang termasuk ujian namun bukan satu-satunya bentuk ujian yang diberikan kepada manusia.

Ia kemudian memberikan contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari seperti seorang ibu yang mengeluhkan anaknya sakit dan menyebutnya sebagai ujian. Menurutnya hal tersebut memang benar namun seringkali manusia lupa bahwa kondisi sehat, kecukupan dan kenyamanan juga merupakan ujian yang tidak kalah berat. Dalam kondisi lapang, seseorang diuji apakah ia mampu bersyukur atau justru menjadi kufur terhadap nikmat yang diberikan.

Lebih lanjut, Ustadz Rivaldi mengingatkan pentingnya introspeksi diri saat berada dalam kemudahan. Ia mengajak jamaah untuk mempertanyakan dalam hati apakah kenikmatan yang dirasakan saat ini menjadikan diri lebih dekat kepada Allah atau justru sebaliknya. “Makanya ujian yang sebenarnya itu hadir ketika Allah memberikan kelapangan dan kemudahan. Di situlah letak ujian sesungguhnya, mampukah kita menjadi hamba yang bersyukur”. Jelasnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut ia mengisahkan sabda Nabi Muhammad SAW tentang tiga orang dari Bani Israil yang diuji melalui kondisi hidup mereka. Ketiganya awalnya mengalami penyakit berat, penyakit kulit, kebotakan, dan kebutaan lalu disembuhkan oleh Allah melalui malaikat yang menyamar sebagai manusia. Mereka juga diberi harta berupa unta, sapi, dan kambing yang kemudian berkembang hingga melimpah ruah.

Namun, ketika diuji kembali dalam kondisi kaya dua dari mereka justru ingkar dan menolak membantu orang lain ketika didatangi malaikat yang menyamar atas izin Allah dengan kondisi seperti mereka dulu sebelum menjadi kaya bahkan mereka lupa akan masa lalunya. Lalu kemudian kedua orang tersebut dikembalikan dalam kondisi semula yaitu miskin dan penyakit kulit dan penyakit botak. Sementara orang ketiga tetap rendah hati mengakui bahwa semua nikmat berasal dari Allah dan dengan ikhlas membantu sesama. Kisah ini menurut Ustadz Rivaldi menjadi pelajaran penting bahwa ujian sejati bukan hanya saat sulit tetapi justru saat manusia diberi kelapangan, apakah ia tetap bersyukur atau terjerumus dalam keingkaran.RMD

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....