Program UMKM Bicara Hadirkan Pelaku Usaha Lokal Kreatif

  • 02 Jun 2026 15:07 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Program UMKM Bicara kembali menghadirkan pelaku usaha lokal inspiratif untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha. Pada Senin 1 Juni 2026 kegiatan tersebut menghadirkan Rita Lolita, owner D’Lolita dan Anik Purwati, owner Homemade. Keduanya menceritakan perjalanan usaha yang berawal dari hobi dan aktivitas sehari-hari hingga berkembang menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Rita Lolita mengungkapkan bahwa usaha yang dijalaninya saat ini berawal dari bisnis menjahit pakaian. Menurutnya banyak pelanggan yang meminta aksesori seperti tas yang serasi dengan pakaian yang mereka pesan. Dari situlah muncul ide memanfaatkan kain perca sisa jahitan untuk dibuat menjadi berbagai produk seperti pouch, clutch dan tas.

“Awalnya customer minta dibuatkan tas yang matching dengan bajunya. Daripada kain perca dibuang akhirnya saya olah menjadi pouch, clutch, dan tas. Alhamdulillah keterusan sampai sekarang," katanya.

Ia menjelaskan sebagian besar produk yang dibuat berdasarkan pesanan pelanggan. Proses pengerjaan pun relatif cepat terutama untuk produk sederhana seperti pouch yang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar setengah jam. Sementara untuk pembuatan tas dan dompet membutuhkan waktu lebih lama. Rita memilih menjalankan usahanya dari rumah karena dinilai lebih fleksibel dalam membagi waktu.

“Dulu waktu masih gadis saya punya toko di pasar, sekarang lebih nyaman bekerja dari rumah karena waktunya bisa diatur sendiri," ungkapnya.

Sementara itu Anik Purwati menceritakan bahwa usaha rajut yang dijalaninya berawal dari keinginan mengisi waktu luang saat anak-anaknya masih kecil. Berbekal belajar secara otodidak ia mulai menekuni kerajinan rajut hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang terus bertahan sampai sekarang.

“Awalnya cuma untuk mengisi waktu saja, iseng-iseng belajar merajut sendiri. Ternyata keterusan sampai sekarang, Alhamdulillah," tuturnya.

Dalam pemasaran produk Anik mengaku lebih banyak menerima pesanan melalui aplikasi WhatsApp. Produk pertama yang dibuatnya adalah sepatu bayi. Saat digunakan produk tersebut menarik perhatian orang lain yang kemudian langsung memesan. Sementara Rita mengatakan mayoritas pelanggan datang melalui pesan langsung di Instagram dan Facebook, selain promosi dari mulut ke mulut. Kisah keduanya menjadi inspirasi bahwa usaha dapat tumbuh dari kreativitas sederhana dan ketekunan dalam memanfaatkan peluang yang ada. (RMD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....