Kenapa Kita Lebih Nyaman Nonton daripada Baca?
- 30 Apr 2026 11:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Mencari hiburan hari ini hampir selalu berujung pada satu hal: menonton. Tanpa banyak berpikir, tangan langsung membuka YouTube, Netflix, atau sekadar scroll video pendek di media sosial. Semuanya terasa lebih mudah dibandingkan membaca. Padahal, kita sama-sama tahu membaca punya banyak manfaat. Tapi tetap saja, banyak orang lebih memilih menonton. Pertanyaannya, ini soal malas, atau memang cara kita menikmati informasi sudah berubah?
1. Menonton tidak menuntut banyak energi.
Saat menonton, semua sudah disiapkan visual, suara, bahkan emosi yang ingin disampaikan. Kamu tinggal mengikuti alur yang ada tanpa harus bekerja terlalu keras. Berbeda dengan membaca yang justru menuntut keterlibatan penuh. Kamu harus membangun imajinasi sendiri, memahami konteks, sekaligus menjaga fokus. Di tengah aktivitas yang padat dan pikiran yang sering lelah, wajar kalau banyak orang akhirnya memilih cara yang lebih ringan.
2. Kita hidup di era yang serba cepat
Informasi datang tanpa jeda, dan perhatian kita ikut berubah. Video berdurasi singkat saja sudah cukup memberi rasa hiburan. Platform digital memang dirancang untuk membuat kita terus menonton satu video selesai, langsung berlanjut ke video berikutnya tanpa perlu berpikir panjang. Sementara itu, membaca membutuhkan waktu dan kesabaran. Di tengah kebiasaan yang serba instan, sesuatu yang memerlukan waktu sering kali terasa lebih berat untuk dilakukan.
3. Menonton memberi kepuasan yang langsung terasa
Dalam hitungan menit, kamu bisa tertawa, merasa terharu, atau bahkan tegang. Semuanya hadir tanpa proses yang panjang. Sebaliknya, membaca sering berjalan lebih pelan. Tidak semua buku langsung menarik sejak halaman pertama. Kadang butuh waktu sebelum cerita benar-benar terasa. Bagi sebagian orang, proses ini justru dianggap melelahkan.
4. Kita sebenarnya tidak berhenti membaca
Kebiasaan itu masih ada, hanya bentuknya yang berubah. Kita tetap membaca setiap hari—membaca pesan singkat, caption, atau potongan informasi di media sosial. Artinya, yang bergeser bukan minatnya, melainkan cara kita berinteraksi dengan teks. Kita cenderung memilih bacaan yang cepat, ringkas, dan tidak membutuhkan banyak usaha.
| Baca juga: Ciri Teman yang Membawa Kebaikan dalam Hidup |
Di sisi lain, membaca tetap punya peran yang tidak tergantikan. Ia melatih fokus, memperdalam pemahaman, dan membantu kita melihat sesuatu dengan lebih utuh. Hanya saja, dalam dunia yang menawarkan kenyamanan instan, membaca sering kalah bersaing dengan menonton yang terasa jauh lebih praktis.
Akhirnya, pilihan antara menonton dan membaca bukan sekadar soal kebiasaan, tapi juga soal bagaimana dunia hari ini membentuk cara kita menikmati informasi. Menonton bukan berarti lebih buruk, dan membaca bukan berarti harus selalu diutamakan. Keduanya punya tempat masing-masing. Mungkin yang perlu dipikirkan bukan lagi mana yang lebih baik, tapi bagaimana kita bisa tetap memberi ruang untuk membaca di tengah kebiasaan yang serba cepat ini. (Lin)
Referensi:
https://kumparan.com/berita-update/nonton-movie-mengapa-orang-lebih-suka-menonton-daripada-membaca-1udJv1Pp9cq
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....