Penyuluh Pertanian Sintang Dampingi Panen Padi di Desa Kebong
- 12 Mar 2026 12:16 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID - Sintang, Para Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang turun ke sawah mendampingi para petani dalam kegiatan panen padi di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang pada Rabu, 11 Maret 2026. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya untuk memastikan proses panen berjalan lancar, tetapi juga memberikan arahan teknis kepada petani agar hasil produksi tetap optimal dan kualitas gabah yang dihasilkan tetap terjaga.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh dari wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kelam Permai juga terus mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan panen dan pasca panen yang baik. Ukus Suryana salah satu Penyuluh pertanian yang turut hadir dalam pendampingan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan sebagai bentuk tugas penyuluh pertanian mengawal dan mendampingi swasembada pangan.
“Berdasar Amanat PERPRES No 2 Tahun 2025 bahwa salah satu tugas Penyuluh pertanian adalah mengawal dan mendampingi swasembada pangan. dan juga pendampingan BP atau Brigade Pangan yang anggotanya Petani melenial yang mampu memberikan inovasi untuk menuju pertanian maju, modern dan mandiri”,ujarnya.
Petani milenial Musahidin mengungkapkan, saat ini ia menghadapi kendala dalam mengelola lahan sawahnya yang sebelumnya sudah lama ditinggalkan oleh penggarap. Kondisi tersebut membuatnya harus mengeluarkan biaya lebih besar dalam proses pengolahan lahan, termasuk dalam upaya mengatasi serangan hama tikus yang cukup sulit dikendalikan.
“Kendala pertama itu yang pasti kami saat pembukaan lahan pertama, karena waktu pembukaan lahan pertama ini kondisi lahan dalam keadaan 10 tahun kurang lebih sudah di tinggal oleh penggarap , jadi kondisi lahan sudah rimbun membuat kami banyak sedikit keluar biaya dari pengolahan lahan hingga pengolahan tanah. Yang kedua serangan hama tikus yang sulit untuk ditanggulangi karena bersebelahan dengan lahan yang sedikit rimbun belum diolah jadi untuk sarangnya”, ucapnya.
Musahidin berharap adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya pemerintah dalam penyediaan teknologi dan mesin pertanian yang dapat membantu para petani milenial berkembang di sektor pertanian. Ia juga mengajak para milenial untuk juga bisa menjalankan usaha di bidang pertanian agar Sintang juga bisa menjadi salah satu daerah lumbung padi di Kalimantan Barat. (RMD)