Kepala RRI Sintang Teken MoU dengan Komunitas Budaya
- 10 Mar 2026 12:52 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Sintang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah komunitas budaya di Kabupaten Sintang pada Selasa, 10 Maret 2026. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di ruang kerja Kepala RRI Sintang sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung program siaran Ragam Budaya yang disiarkan oleh RRI Sintang.
Adapun komunitas yang terlibat dalam kerja sama ini yakni Puspawaja Sintang, Ikatan Keluarga Minang Sintang, Paguyuban Batur Selembur, serta Forum Gepung Ketungau. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ruang ekspresi budaya bagi berbagai suku dan komunitas yang ada di Sintang melalui siaran radio.
Kepala RRI Sintang mengatakan, kolaborasi dengan berbagai komunitas budaya di Sintang diharapkan mampu meningkatkan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, perbedaan suku dan budaya justru menjadi kekayaan yang memperindah Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. “Dan saya kira dengan adanya program kerjasama siaran ini kan, bisa membangun kebersamaan yang lebih kuat. Tapi justru perbedaan ini menjadi suatu warna, suatu pelangi yang indah, gitu kan. Ada Jawa, ada Dayak, ada Banjar, ada Sunda, ada Minang, ada Bugis, dan sebagainya. Ini kan gambar bahwa kita memang warna-warni, tapi tetap dalam kesatuan”. Katanya.
BACA JUGA : Sekolah Budaya Kain Pantang Wadah Regenerasi Penenun di Sintang
Sementara itu, Sekretaris Puspawaja Sintang yang juga budayawan Jawa, Sih Sarwodadi Teguh, menyampaikan apresiasi kepada RRI Sintang yang telah memberikan ruang bagi masyarakat Jawa untuk melestarikan budayanya melalui siaran radio. “Jadi kami dari Puspawaja jadi sangat berterima kasih. Kami diberikan ruang, diberikan kesempatan untuk menyampaikan khasanah budaya Jawa. Meskipun dari Jawa tapi tetap diberikan ruang itu tentu ini merupakan hal yang kami sangat berterima kasih”. Ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam program siaran budaya Jawa, komunitas Puspawaja membagi materi siaran dalam empat minggu. Setiap minggu menampilkan ragam budaya berbeda seperti panginyongan, parawanginya, Solo, dan Semarang, sementara pada minggu kelima biasanya diisi dengan kolaborasi budaya.
Dalam kesempatan yang sama, pengisi siaran budaya Dayak Iban Wat Dimu, mengatakan bahwa sebagai penduduk asli dirinya tidak mempermasalahkan latar belakang suku masyarakat di Sintang. Menurutnya yang terpenting adalah membangun daerah secara bersama-sama serta menjaga suasana damai yang telah terjalin. “Sebagai penduduk asli tidak mempermasalahkan siapa, suku apa, tapi bagaimana kita membangun Kabupaten Sintang ini bersama-sama. Ini rumah kita bersama. Hal yang sudah baik, yang sudah santun, seperti Bapak katakan tadi sudah damai itu harus kita jaga sehingga apapun yang kita sampaikan di sini terutama secara khusus yang di bidang budaya orang bisa dengar semua”. Ujarnya.
BACA JUGA : Melestarikan Budaya, Komunitas Meriam Karbit Sungai Durian Bersiap
Melalui kerja sama ini, RRI Sintang merangkul berbagai komunitas budaya untuk mengisi Program Acara Ragam Budaya yang disiarkan setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu pukul 20.10 WIB. Program tersebut diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus mempererat persaudaraan antar masyarakat yang beragam di Kabupaten Sintang. (RMD)