Semut Petani, Sistem Pertanian Alami yang Sudah Ada sejak Jutaan Tahun
- 07 Mar 2026 07:59 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Semut selama ini dikenal sebagai serangga kecil yang rajin dan hidup berkelompok. Namun, di balik ukurannya yang kecil, semut ternyata memiliki kemampuan luar biasa. Beberapa jenis semut diketahui telah mengenal sistem pertanian sejak jutaan tahun lalu, jauh sebelum manusia mengenal kegiatan bercocok tanam.
Salah satu jenis semut tersebut adalah semut pemotong daun. Berbeda dengan manusia yang menanam padi atau sayuran, semut ini membudidayakan jamur sebagai sumber makanan utama koloninya. Jamur tersebut tumbuh dari potongan daun yang dikumpulkan dan disimpan di dalam sarang.
Daun-daun yang dibawa semut pemotong daun tidak dikonsumsi secara langsung. Daun tersebut berfungsi sebagai media tumbuh jamur yang kemudian dipanen dan dimakan oleh koloni. Sistem ini menunjukkan bahwa semut tidak hanya mengandalkan alam secara langsung, tetapi juga mengelolanya secara terencana.
| Baca juga: Jenis-Jenis Padi di Indonesia |
Dalam menjalankan pertaniannya, semut pemotong daun memiliki sistem perawatan yang terorganisir. Mereka menjaga kondisi lingkungan sarang agar tetap lembap dan sesuai bagi pertumbuhan jamur. Selain itu, semut juga secara rutin membersihkan jamur dari gangguan yang dapat merusak hasil budidaya.
Menariknya, semut pemotong daun juga memanfaatkan bakteri alami untuk melindungi jamur dari penyakit. Bakteri tersebut berperan sebagai pelindung alami yang membantu menjaga kualitas jamur agar tetap dapat dikonsumsi oleh koloni.
Sistem pertanian yang dijalankan semut pemotong daun dinilai sangat efisien dan berkelanjutan. Hal ini menarik perhatian para ilmuwan untuk mempelajari pola hidup semut dalam pengelolaan sumber makanan dan keseimbangan ekosistem.
Keberadaan semut petani menunjukkan bahwa konsep pertanian telah berkembang di alam sejak jutaan tahun lalu. Semut membuktikan bahwa makhluk kecil sekalipun mampu membangun sistem produksi pangan yang tertata dan berfungsi dengan baik.
Referensi:
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20170221141611-445-194990/semut-sudah-bertani-jauh-sebelum-manusia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....