Petani Desa Ajak Mulai Tinggalkan Ladang Berpindah, Beralih ke Sawah
- 06 Mei 2026 10:09 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Perubahan pola bertani mulai terlihat di Desa Ajak, Kecamatan Kelam Permai. Salah satu warga, Pak Kelasit, kini beralih dari sistem ladang berpindah ke pertanian sawah yang dinilai lebih produktif dan berkelanjutan.
Pak Kelasit menceritakan bahwa lahan sawah yang ia kelola saat ini awalnya merupakan lahan ladang. Lahan tersebut mulai digarap sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ketika sebagian lahan masyarakat mulai beralih fungsi. “Lahan sawah ini digarap waktu jaman Presiden Jokowi dulu. Punya orang sebagian bekas ladangnya ditanami sawit, tetapi punya saya, saya tanam padi, saya jadikan sawah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keputusan mengubah fungsi lahan dari ladang menjadi sawah membawa hasil yang cukup signifikan. Jika sebelumnya hasil ladang tidak menentu, kini produksi padi lebih stabil dan meningkat. “Dulu lahan ini ya lahan ladang. Sejak berubah fungsi dari ladang menjadi sawah, ada peningkatan hasil,” katanya.
Dengan luas lahan yang tidak sampai satu hektare, Pak Kelasit mampu menghasilkan panen padi hingga sekitar satu ton dalam satu kali panen. Selain itu, sistem sawah memungkinkan frekuensi panen lebih sering dibandingkan ladang berpindah.
“Sekarang panen bisa dua kali setahun, kalau mau malah bisa tiga kali setahun, tapi terlalu capek kalau sampai tiga kali setahun,” tambahnya. Perubahan ini menjadi contoh nyata bagaimana peralihan sistem pertanian dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kepastian hasil bagi petani di wilayah tersebut. (dby)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....