Bulog Sintang Perkuat Cadangan Jagung Daerah

  • 09 Feb 2026 17:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Guna mendukung program Asta Cita pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan nasional, Perum Bulog Cabang Sintang mencatat capaian positif dalam pengadaan cadangan jagung sepanjang tahun 2025.

Kepala Perum Bulog Cabang Sintang, Ahmad Aminudin menyampaikan realisasi cadangan jagung di wilayah Bulog Sintang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Dengan dukungan berbagai pihak, khususnya Polres Sintang, Polres Melawi dan polsek jajaran, Bulog Sintang mampu mengamankan stok jagung melebihi rencana awal.

“Alhamdulillah berkat support dari Polres Sintang dan Polres Melawi, untuk cadangan jagung kami itu di tahun 2025 tembus 190 ton. Sedangkan untuk target pengadaan kami itu hanya 180 ton, jadi kemarin kita untuk Bulog Sintang lebih dari 100 persen,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan, untuk target pengadaan jagung tahun 2026, Bulog masih menunggu penetapan angka resmi. Namun demikian, Perum Bulog Cabang Sintang berkomitmen untuk tetap berupaya maksimal memenuhi target yang nantinya ditetapkan.

“Dari Bulog, untuk taget tahun 2026 kami belum tahu angkanya, tapi kami akan usahakan berapapun itu. Targetnya itu sekitar 1.940 ton per tahun, karena secara Kalimantan sendiri itu tahun lalu 5.000 ton, saat ini 16.000 ton untuk se-Kalimantan Barat, jadi nanti target itu akan dibagi-bagi,” kata Amin.

Menurutnya, target pengadaan tersebut memang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Amin berharap sinergi antar-stakeholder terus diperkuat agar target dapat tercapai.

“Dibanding target tahun lalu ini memang pekerjaan berat. Mudah-mudahan dengan dukungan dari stakeholder terkait, Pemda Sintang, Polres Sintang, kecamatan dan desa target tersebut bisa tercukupi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Amin menegaskan kesiapan Bulog dalam menyerap jagung petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, selama memenuhi standar kualitas yang ditentukan. Dengan stok jagung yang nantinya ada, dikatan Amin,  Bulog harus siap menyerap dengan harga yang sudah ditentukan, yakni seharga Rp6.400 per kilogram.

"Namun ada beberapa kriteria ya, seperti kadar air maksimal 14 persen, kemudian ada pemeriksaan terkait dengan jamur Aflatoksin maksimal 50 part per billion,” ujar Amin.

Di tahun 2026 ini, Amin juga berharap cadangan jagung yang tersedia nantinya dapat disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung khusus untuk peternak di Kabupaten Sintang.

“Mudah-mudahan cadangan jagung kita ini nantinya bisa ada penyaluran SPHP jagung untuk peternak di Sintang juga, jadi tidak perlu dioper ke kabupaten sebelah. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Peternakan untuk mendata nama-nama peternak yang nanti layak menerima bantuan. Jadi jagung di kami itu nanti dari petani Sintang untuk peternak Sintang,” katanya.

Dengan capaian tersebut, Perum Bulog Cabang Sintang optimistis penguatan cadangan jagung daerah dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani serta peternak lokal. (Sta)

Rekomendasi Berita