Wabup Sintang Minta Semua Desa Tanam Jagung

  • 27 Jan 2026 23:41 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny memimpin Rapat Koordinasi program ketahanan pangan jagung di desa yang dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa, 27 Januari 2026. 

Rapat tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang. Rakor dihadiri oleh para Camat, Polres Sintang dan kapolsek jajaran, serta Bulog Sintang dan OPD yang terkait. Rapat Koordinasi dilaksanakan dalam rangka memperluas lahan tanaman jagung dan meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Sintang di masa yang akan datang. 

Wakil Bupati Sintang menjelaskan dalam penanaman jagung ini terdapat beberapa persoalan seperti kurang baiknya ekosistem jagung, harga yang tidak baik, proses distribusi hasil panen dan pengetahuan masyarakat dalam membudidayakan jagung. 

“Rakor ini kita coba perbaiki dan berikan solusi dari masalah budidaya jagung. Satu hektare menanam jagung itu akan menghabiskan biaya sekitar 25-30 juta. Mulai dari membuka lahan, beli bibit, pupuk sampai panen. Contoh budidaya jagung ada di Desa Mapan Jaya Kayan Hulu, dikelola BUMDes serta ada ternak ayam juga. Hasil jagung, hanya untuk pakan ayam. Maka ekosistem budidaya jagung bisa diperluas,” ujarnya. 

Ronny menuturkan, Pemerintah Kabupaten SIntang akan mendorong budidaya jagung ini di semua desa, dan harus ada improvisasi dari desa, sehingga ada siklus yang baik. 

"Misalnya menjalin kerjasama dengan pemilik ternak ayam skala sedang dan besar di sekitar desa. Kalau buntu soal distribusi, Pemkab Sintang bisa memberikan subsidi biaya transportasi hasil panen jagung dari desa ke kabupaten. Kalau bisa, semua desa ada improvisasi sehingga ada siklus yang baik di setiap desa,” kata Wakil Bupati Sintang.

Ia menuturkan, tanaman jagung ini memiliki potensi yang sangat besar, karena selama ini selalu dikirimkan dari pulau Jawa, sehingga perlu adanya dorongan untuk mengoptimalkan budidaya jagung di Kabupaten SIntang ini. 

“Di ADD juga wajib disediakan dana sekitar 10-15 juta untuk program ketahanan pangan, dan diarahkan ke budidaya jagung di desanya masing-masing. Selama ini jagung untuk pakan ternak dan di Kabupaten Sintang, selalu mendatangkan jagung dari luar. Ke depan, kita bisa sediakan jagung untuk kebutuhan ternak di Kabupaten Sintang," ujar Ronny. (Sta)

Rekomendasi Berita