Toleransi, Hindari Perpecahan Akibat Perbedaan

  • 13 Agt 2025 15:54 WIB
  •  Sibolga

BRN, Sibolga : Perbedaan suku, budaya, agama, dan ras kerap menjadi bahan perdebatan yang dapat memicu perpecahan jika tidak dikelola dengan bijak. Untuk itu, masyarakat diimbau melakukan upaya pencegahan dini agar perbedaan tidak lagi dijadikan alasan untuk saling menjatuhkan.

Opung Valentino tokoh masyarakat Desa Muara Nauli saat Opini Publik Pro 1, Rabu (13/8/2025), mengatakan langkah yang dapat ditempuh untuk memperkuat komunikasi antar warga, meningkatkan pemahaman lintas budaya, serta menanamkan nilai saling menghargai sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Pendidikan toleransi dan penguatan rasa kebangsaan dinilai menjadi benteng utama menangkal potensi konflik sosial.

Khusus bagi masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah yang selama ini dikenal sebagai daerah toleran, penting untuk menjaga tradisi saling menghormati yang sudah mengakar. Perayaan hari besar keagamaan yang dihadiri lintas umat, gotong royong bersama tanpa memandang latar belakang, dan dialog rutin antar tokoh lintas agama menjadi contoh nyata yang perlu terus dilakukan.

“Jangan sampai perbedaan yang selama ini menjadi kekayaan kita berubah menjadi pemicu retaknya hubungan kekerabatan. Justru di tengah keberagaman, kita harus menunjukkan bahwa Sibolga dan Tapanuli Tengah tetap solid, rukun, dan damai,” kata Opung Valentino.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat mempertahankan keharmonisan yang telah terjalin selama ini dan menjadikannya modal penting untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Rekomendasi Berita