Indonesia Cerdas, Mandiri dan Berdaya Saing Global
- 17 Sep 2026 00:25 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Indonesia perlu memperkuat kecerdasan masyarakat agar mampu menghadapi persaingan antar negara dan tidak mudah dipengaruhi, dimanfaatkan, maupun dirugikan oleh berbagai kepentingan. Kecerdasan bangsa menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun Indonesia yang mandiri, berdaya saing, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan dan fakta.
Hendra Saputra, Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga, saat Beranda Astacita Indonesia Cerdas Pro 1, Rabu, 16 September 2026 mengatakan kecerdasan masyarakat tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, menguasai teknologi, serta membaca berbagai peluang ekonomi. Menurutnya, masyarakat yang memiliki wawasan luas akan lebih siap menghadapi perubahan dan menentukan langkah yang memberikan manfaat bagi kehidupan.
Ditengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kemampuan memilah informasi menjadi kebutuhan penting. Masyarakat perlu membedakan informasi yang benar dengan berita palsu, propaganda, manipulasi digital, maupun berbagai bentuk penipuan. Kemampuan ini dapat membantu masyarakat mengambil keputusan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Pembangunan sumber daya manusia perlu didukung dengan penguatan pendidikan, riset, teknologi dan keterampilan tenaga kerja. Pendidikan yang berkualitas diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan potensi daerah serta bersaing dalam dunia kerja yang semakin terbuka,” kata Hendra.
Penguasaan teknologi dan sumber daya juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian bangsa. Indonesia memiliki berbagai potensi alam, budaya dan ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan yang baik. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi global.
Makna Indonesia tidak mudah dibodohi bukan berarti memandang negara lain sebagai musuh. Indonesia tetap perlu membangun kerja sama internasional dibidang pendidikan, ekonomi, teknologi dan berbagai sektor lainnya. Namun, setiap kerja sama perlu dipahami secara cermat agar masyarakat dan pemerintah mampu melihat manfaat, risiko, serta konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.
“Karena itu, mewujudkan Indonesia yang cerdas, mandiri dan berdaya saing global membutuhkan peran bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha serta masyarakat. Peningkatan kualitas pendidikan, budaya literasi, penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis diharapkan menjadi bekal bagi generasi Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan dan menjaga kepentingan nasional,” tutup Hendra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....