Kesadaran Masyarakat Kelola Limbah Perlu Ditingkatkan
- 27 Agt 2026 18:34 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Maraknya sampah plastik menjadi salah satu persoalan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian serius. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap produk berbahan plastik, terutama barang sekali pakai, membuat jumlah sampah plastik terus bertambah dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat ditemukan dari berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari penggunaan kantong plastik, kemasan makanan dan minuman, hingga berbagai produk praktis lainnya yang setelah digunakan langsung dibuang.
Dian Iradhani, Koordinator Bank Sampah Kota Sibolga, saat interaktif Opini Publik Pro 1, Kamis, 27 Agustus 2026 mengatakan salah satu penyebab masih banyaknya sampah plastik adalah kebiasaan masyarakat menggunakan produk sekali pakai tanpa diikuti dengan pengelolaan limbah yang baik. Menurutnya, kemudahan dan kepraktisan penggunaan plastik membuat masyarakat masih sulit mengurangi ketergantungan terhadap bahan tersebut. Disisi lain, kesadaran untuk memilah sampah dari rumah juga perlu terus ditingkatkan agar sampah yang dihasilkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.
“Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan berpotensi menyumbat saluran air, mencemari lingkungan, serta membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa sampah plastik bukan sekadar barang yang sudah tidak digunakan, tetapi juga memiliki dampak terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan apabila tidak ditangani dengan benar,” kata Dian.
Menurut Dian, upaya mengurangi persoalan sampah plastik dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan keluarga. Masyarakat dapat mengurangi penggunaan barang sekali pakai dengan memilih produk yang dapat digunakan berulang kali, seperti tas belanja dan wadah makanan maupun minuman. Selain itu, sampah yang dihasilkan sebaiknya dipilah berdasarkan jenisnya sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan atau disetorkan ke bank sampah untuk dikelola lebih lanjut.
“Keberadaan bank sampah juga dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah. Melalui pemilahan dan penyetoran sampah, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai jual. Sekaligus menjadi edukasi bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak dari sumbernya, terutama dari rumah tangga sebagai salah satu penghasil sampah terbesar dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dian.
Dian mengajak masyarakat Kota Sibolga untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah dengan tidak membuang limbah sembarangan dan mulai membiasakan pemilahan sampah. Menurutnya, perubahan kebiasaan tidak harus dilakukan melalui langkah besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana dan konsisten, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta menyetorkan sampah yang dapat didaur ulang ke bank sampah.
Ia menegaskan, penanganan sampah plastik membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, serta memanfaatkan keberadaan bank sampah, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menekan timbulan sampah plastik sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab di Kota Sibolga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....