Diduga Ditelantarkan Travel, 30 Jemaah Umrah Asal Madina Tertahan di Medan

  • 19 Agt 2026 10:34 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, MEDAN – Sebanyak 30 jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dikabarkan terlantar di Kota Medan. Keberangkatan mereka menuju Tanah Suci diduga mengalami kendala akibat ketidakpastian dari pihak agensi travel.

Informasi ini beredar melalui rekaman video dari salah seorang jemaah bernama Erlina Wati yang diterima redaksi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam rekaman tersebut, ia menyebut rombongannya menggunakan jasa Travel Sultan Andalus Aramain.

“Kami jemaah umrah asal Mandailing Natal ditelantarkan Travel Sultan Andalus Aramain,” ujar Erlina Wati.

Ia menjelaskan, rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang itu awalnya diberangkatkan dari Masjid Nur Alan Nur, Madina, pada 16 Agustus 2026 menuju Medan.

Setibanya di Medan, para jemaah sempat beristirahat. Namun, pada Selasa (18/8/2026), jadwal keberangkatan yang semula dijanjikan pukul 10.00 WIB terus tertunda.

“Kami tunggu sampai pukul 12.00 WIB juga tidak berangkat. Sementara tas kami semua sudah diangkat ke bandara,” tuturnya.

Tak hanya soal tiket, jemaah juga mengaku telah menyerahkan uang tunai untuk ditukarkan ke mata uang riyal senilai Rp2,5 juta per paket. Uang tersebut diserahkan kepada pimpinan travel yang dipanggil Ustaz Alwi Batubara.

Setelah tertunda, rombongan sempat diboyong ke bandara dengan janji take-off pukul 15.00 WIB. Namun hingga melewati batas waktu check-in, pesawat tak kunjung diberangkatkan.

“Rencana kami take-off pukul 15.00 WIB. Sementara kami check-in paling lambat pukul 15.45 WIB. Ternyata sampai pukul 16.00 WIB kami belum juga berangkat,” jelasnya.

Ketidakpastian ini membuat puluhan jemaah, yang beberapa di antaranya lansia, merasa terombang-ambing. Erlina mengaku sangat sedih karena sebelum berangkat, mereka telah menggelar syukuran dan pamitan dengan sanak famili di kampung halaman.

“Sedih rasanya, sebab sebelum berangkat kami sudah sempat melaksanakan hajatan sembari memohon doa dari keluarga,” ungkap Erlina.

Saat ini, para jemaah tertahan di sebuah hotel di Kota Medan sembari menanti kejelasan dari pemilik travel.

“Kami sedang berada di hotel terlunta-lunta, menunggu kepastian yang tidak tahu kapan berangkat dan ke mana larinya owner Travel Sultan Andalus,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Travel Sultan Andalus Aramain maupun Ustaz Alwi Batubara terkait tudingan penelantaran tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....