Wabup Tapsel: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Pembangunan Daerah yang Aman dan B
- 31 Jul 2026 12:54 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapsel - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar Workshop Sosialisasi Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026–2030 Tahun Anggaran 2026 di Tor Sibohi Hotel, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan menyusun dokumen kajian risiko bencana yang akurat, mutakhir, dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan serta upaya pengurangan risiko bencana di daerah.
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki berbagai potensi ancaman bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, hingga bencana lainnya. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan.
"Dokumen Kajian Risiko Bencana bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi dasar penting dalam memahami tingkat bahaya, kerentanan, kapasitas, serta risiko bencana di setiap wilayah. Dokumen ini akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penataan ruang, perlindungan masyarakat, serta program pengurangan risiko bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan," ujar Wakil Bupati.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah agar menjadikan hasil Kajian Risiko Bencana sebagai pedoman dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan. Menurutnya, setiap pembangunan harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya sadar bencana. Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki jalur evakuasi, meningkatkan edukasi kebencanaan, serta mendorong terbentuknya desa dan sekolah tangguh bencana. Dengan langkah tersebut diharapkan risiko bencana dapat ditekan, masyarakat terlindungi, dan dampak bencana dapat diminimalkan apabila sewaktu-waktu terjadi.
Selain itu, Wakil Bupati menekankan bahwa manajemen risiko bencana juga menjadi faktor penting dalam menentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Karena itu, aspek kebencanaan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, Zulkarnain Siregar, dalam laporannya menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menyusun Dokumen Kajian Risiko Bencana Tahun 2026–2030 yang valid, dapat dipertanggungjawabkan, dan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan maupun penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Ia menyebutkan, workshop bertujuan menyamakan persepsi para pemangku kepentingan terkait penyusunan Kajian Risiko Bencana, menghimpun serta memverifikasi data ancaman, kerentanan, kapasitas, dan tingkat risiko bencana, sekaligus menghasilkan rekomendasi untuk penyempurnaan dokumen tersebut.
Peserta workshop berasal dari unsur perangkat daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, serta berbagai pihak yang memiliki peran dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan agenda penyampaian kebijakan dan metodologi penyusunan Kajian Risiko Bencana, pemaparan data dan informasi, diskusi kelompok, verifikasi data, penyusunan rekomendasi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Tapanuli Selatan Chairul Rizal Lubis menekankan pentingnya penyediaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar dalam penyusunan Kajian Risiko Bencana. Menurutnya, kualitas data menjadi faktor utama dalam menghasilkan kebijakan yang tepat guna meminimalkan risiko bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Workshop turut menghadirkan narasumber Richard Putera dari PT DRR Indonesia (Disaster Risk Reduction Indonesia), sebuah lembaga konsultan yang berfokus pada manajemen risiko bencana, pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan darurat. Kegiatan diikuti para pimpinan OPD, kepala bagian, Rektor Universitas Graha Nusantara, BPS Kabupaten Tapanuli Selatan, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Aek Godang, KPH Wilayah VI Angkola Timur, KPH Wilayah X Padangsidimpuan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....