Bane Raja: Pemulihan Pascabencana di Tapteng Masih Lambat

  • 30 Jul 2026 06:24 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara terkesan masih lambat, terutama di daerah yang mengalami kerusakan cukup parah. Anggota Komisi 7 DPR-RI, Bane Raja Manalu mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan percepatan pemulihan baik lokasi maupun kebutuhan dasar hingga kebutuhan vital bagi masyarakat terdampak bencana.

“Saya berjalan mulai dari Pandan sampai ke Sorkam, saya melihat banyak titik-titik yang perlu pemulihan segera. Saya cukup heran, kenapa terkesan cukup lamban sebenarnya melakukan recovery untuk daerah yang sudah mengalami pascabencana, terhitung sudah lebih dari 5 bulan,” kata Bane Raja pada Selasa, 28 Juli 2026.

“Saya juga dalam perjalanan, pengerjaannya belum terlalu maksimal, mudah-mudahan nanti pemerintah pusat segera membantunya. Karena, kewenangan pemulihan ini tidak dibawah pemerintah daerah, proyek recovery dikerjakan pemerintah pusat kita harapkan segera untuk dicari solusinya,” lanjutnya.

Meski wilayah Tapanuli, Sumatera Utara bukan lah wilayah daerah pemilihannya, namun Bane Raja mengaku terpanggil moral sebagai putra daerah dan sebagai lembaga pengawasan, untuk terus mendorong pemerintah pusat agar memaksimalkan proses pemulihan di wilayah terdampak maupun terkena bencana alam.

Sementara Bupati Masinton Pasaribu mengakui pemulihan pascabencana di sejumlah daerah terdampak bencana alam problemnya sama. Masinton menyebut, pemerintah sedang membuat konsep pemulihan baik lokasi maupun ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.

“Bisa kita lakukan sekarang ini salah satunya menjadikan Sipange sebagai kawasan pilot project pemulihan bencana dan sedang kita siapkan semua konsepnya. Misalnya, kita membuat tanggul penahan yang juga berfungsi sebagai penghijauan, lalu dibawahnya kita buat tanggul sementara, menunggu pembangunan tanggul permanen selesai,” sebut Masinton.

“Pembangunan sabodam di Hutanabolon dan rencana di Sipange, juga penghijaun di lokasi tertimbun sendimen banjir bandang berfungsi untuk menggemburkan tanah dengan menanam jenis kacang-kacangan misalnya. Untuk aspek pemberdayaan ekonomi, kita juga akan membuat beberapa jenis ternak untuk masyarakat terdampak bencana, sehingga dapat dikelola secara komunal atau kelompok, kemudian kita fasilitasi dalam bentuk pembangunan kandangnya dan pengadaan bibitnya,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....