Persami Sibolga Ditutup, Wawakot: Pentingnya Tiga Modal Belajar

  • 28 Jul 2026 07:34 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Wakil Wali Kota (wawakot) Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing menutup kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Tahun 2026 di SMP Negeri 1 Sibolga pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan itu bertujuan, membentuk karakter peserta didik di Sibolga tersebut berjalan sukses.

Disebutkan Pantas, ada tiga modal utama dalam belajar yaitu melihat, mendengar, dan memperhatikan. “Belajar efektif terjadi saat ketiga modal ini berkolaborasi dengan baik,” ujar Pantas.

“Melihat dan mendengar merupakan alat mengumpulkan informasi, sedangkan memperhatikan adalah perekat yang menjadikan informasi tersebut berubah menjadi ilmu melekat kuat di dalam pikiran,” lanjutnya.

Menurut Pantas, Persami merupakan implementasi nyata dari visi dan misi Gerbang Harapan diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Pemerintah Kota Sibolga tidak memberi label anak nakal atau bandel, melainkan memandang mereka sebagai anak-anak memiliki potensi dan energi lebih, sehingga membutuhkan pembinaan yang tepat agar berkembang ke arah positif. Selama dua hari ini anak-anak telah dibekali kedisiplinan, pembentukan karakter, dan nilai-nilai keagamaan,” kata Pantas.

Pantas mengaku, sesuai hasil evaluasi terhadap data Angka Putus Sekolah (ATS), Pemkot Sibolga berencana mengubah pola pelaksanaan Persami mulai tahun depan. Pelaksanaannya akan diserahkan kepada masing-masing sekolah baik negeri maupun swasta, dengan dukungan anggaran dari Pemkot melalui dinas terkait.

“Kami berharap sekolah-sekolah dapat melaksanakan kegiatan secara mandiri sehingga pembinaannya lebih fokus sesuai jenjang peserta baik melalui Persami, retret, maupun Malam Bimbingan Iman dan Takwa (MABIK). Pemerintah Kota akan mendukung dari sisi anggaran,” ungkapnya.

“Kami juga apresiasi para orang tua yang hadir sekaligus mengingatkan pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kami juga mengajak orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan kebiasaan anak, termasuk menghindari kebiasaan bergadang, sebagai upaya mempersiapkan generasi emas yang berkarakter dan berprestasi,” pinta Pantas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....