Warga Keluhkan Kemacetan akibat Aktivitas Bongkar Muat Truk

  • 27 Jul 2026 14:47 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kemacetan lalu lintas yang hampir setiap hari terjadi disejumlah ruas jalan di Kota Sibolga kembali menjadi keluhan masyarakat. Salah satu penyebab yang dinilai memperparah kepadatan kendaraan adalah aktivitas bongkar muat barang menggunakan truk bertonase besar di kawasan pertokoan, terutama pada jam-jam sibuk.

Desi Pasaribu, salah seorang warga Kota Sibolga, pada Halo RRI Pro 1, Senin, 27 Juli 2026 mengungkapkan truk-truk besar kerap berhenti di badan jalan untuk menurunkan barang ke toko-toko grosir. Kondisi ini membuat ruang jalan menyempit sehingga arus kendaraan menjadi tersendat.

Menurut Desi, barang yang diangkut sebagian truk tersebut sebenarnya tidak terlalu banyak dan masih memungkinkan didistribusikan menggunakan kendaraan yang lebih kecil. Dengan demikian, aktivitas bongkar muat dinilai tidak akan terlalu mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan pusat perdagangan.

“Kemacetan semakin terasa pada pagi hari saat masyarakat berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, maupun ketika aktivitas jual beli sedang ramai. Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Desi Pasaribu.

Desi berharap Dinas Perhubungan Kota Sibolga, Satlantas Polres Sibolga, dan pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota Sibolga dapat mengevaluasi aturan mengenai jam operasional kendaraan angkutan barang. Penertiban aktivitas bongkar muat di kawasan padat lalu lintas juga dinilai perlu dilakukan secara lebih optimal.

Selain itu, ia mengusulkan agar kendaraan bertonase besar melakukan distribusi barang diluar jam sibuk atau memanfaatkan armada yang lebih kecil saat memasok kebutuhan toko-toko di pusat kota. Langkah ini dapat diyakini membantu mengurangi kepadatan kendaraan tanpa menghambat aktivitas perdagangan.

“Kami berharap keluhan masyarakat ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan instansi terkait. Semoga tercipta lalu lintas yang lebih tertib, aman dan nyaman sehingga aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat di Kota Sibolga dapat berlangsung dengan lancer,” tutup Desi Pasaribu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....