Banjir Bawa Gelondongan Kayu Merusak Rumah Warga

  • 19 Jul 2026 17:47 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Sabtu 18 Juli 2026 kemarin kembali membawa duka bagi masyarakat. Banjir bandang yang membawa material gelondongan kayu dilaporkan menerjang permukiman warga dan merusak ratusan rumah.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat, khususnya bagi warga yang bermukim di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Bencana ini menyisakan kesedihan mendalam. Pasalnya, banyak rumah warga yang baru saja selesai direhabilitasi akibat hantaman banjir bandang tahun lalu, kini justru kembali rusak setelah dihantam gelondongan kayu yang terbawa arus banjir.

Pantauan di lokasi menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Sejumlah warga hanya bisa pasrah dan termenung melihat kondisi tempat tinggal mereka yang porak-poranda. Sementara itu, sebagian warga lainnya mulai bergotong-royong membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Salah seorang warga setempat, Hotdi Panggabean, mengungkapkan bahwa volume banjir kali ini sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan dengan bencana yang terjadi tahun lalu.

"Banjir kemarin lebih besar dari kejadian tahun lalu. Diperkirakan ketinggian air mencapai satu setengah hingga dua meter," ujar Hotdi.

Meski debit air lebih tinggi dan sempat memicu kepanikan luar biasa karena trauma masa lalu, Hotdi menyebut dampak kerusakan material dari material kayu tidak seburuk tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan jumlah gelondongan kayu yang terbawa arus kali ini tidak sebanyak lalu.

Selain merusak ratusan rumah warga, terjangan banjir bandang ini juga melumpuhkan aktivitas dan merendam sejumlah fasilitas umum di Kelurahan Hutanabolon. Beberapa fasilitas yang terdampak di antaranya:

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa dan membersihkan material banjir, sembari berharap adanya bantuan penanganan pascabencana dari pemerintah daerah terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....