Soal Jadup hingga Rencana Penutupan Kantor di Sitahuis Memanas
- 26 Jun 2026 05:15 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng – Sejumlah masyarakat mendatangi kantor Camat Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Kamis, 25 Juni 2026. Sempat terjadi pendebatan antara masyarakat dengan oknum kepala desa Mardame, mengenai rencana masyarakat untuk menutup kantor Camat dan kantor desa, sebagai bentuk protes kekecewaan masyarakat terhadap pendataan sekaligus pencairan bantuan sosial kebencanaan berupa jaminan hidup (jadup), isi hunian, dan pemulihan ekonomi tahap kedua.
Diawali penegasan oknum kepala Desa Mardame yang mengaku keberatan terhadap rencana masyarakat untuk menutup kantor Camat dan kantor desa, gara-gara bantuan sosial kebencanaan tahap kedua, sehingga menyulut emosi masyarakat dan memicu perdebatan kian memanas. Beruntung, adu argumentasi antara masyarakat dan oknum kepala desa Mardame itu, tidak begitu lama sehingga situasi kembali kondusif.
Masyarakat Sitahuis diwakili Partomuan Hutagalung, mengaku kecewa dengan realisasi pencairan bantuan sosial kebencanaan hingga tahap kedua yang dinilai tidak adil dan transparan, sehingga banyak korban bencana maupun terdampak tidak mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut. Ditambah lagi, kinerja Pemkab Tapteng maupun kecamatan yang ingkar janji, dan diduga tidak serius melakukan pendataan hingga pengawalan dokumen.
“Kenapa kami warga Sitahuis menjadi korban bencana atau terdampak tak mendapatkan bantuan jadup, kenapa cuma dua kepala keluarga saja. Banyak mata pencarian warga terganggu, banyak warga sampai sekarang masih mengungsi, banyak titik jalan belum pulih,” kata Partomuan.
Sementara, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng, Jonnedy Marbun mengaku pemerintah sudah berkoordinasi dengan Kemensos untuk secepatnya melakukan verifikasi, bila terjadi kendala dalam adminstrasi, Pemkab Tapteng akan secepatnya melakukan perbaikan, dan memastikan seluruh korban bencana maupun terdampak segera mendapatkan haknya.
“Kita sudah temui langsung pihak Kemensos dan jawaban mereka, apakah Cuma Tapteng yang kena bencana, terus bagaimana kami membalas pernyataan itu, karena itu mari bersabar, bantuan itu pasti keluar. Sekarang kan lagi proses verifikasi dan validasi, apakah ada ditemukan penerima sudah meninggal dunia, tidak sesuai NIK nya, By Name By Adress nya, akhirnya diperbaiki, harus betul-betul di verikasi dan di validasi oleh BPS,” beber Jonnedy.
“Kalau memang dengan cara menutup kantor Camat dan kantor Desa ini mempercepat keluarnya bantuan tersebut, ayo kami ikut. Kami berjanji, akan segera mengupayakan agar bantuan sosial kebencanaan cepat disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....