Pejuang Jadup Berdemo, Bupati Masinton Jawab Tuntutan Masyarakat

  • 17 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng – Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dari sejumlah daerah yang mengatasnamakan diri mereka sebagai pejuang bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bencana, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati pada Rabu, 17 Juni 2026. Unjuk rasa yang berlangsung hingga berjam-jam itu, mempertontonkan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang tak kunjung tuntas, menyelesaikan data dan penyaluran bantuan stimulan Kementerian Sosial (Kemensos) pascabencana.

Aksi unjuk rasa masyarakat yang didominasi kaum ibu rumah tangga itu, terus meneriakkan soal Jadup dan kehadiran Bupati Tapteng Masinton Pasaribu di lokasi aksi, untuk menjawab seluruh tuntutan mereka. Meski sudah dijawab oleh sejumlah petinggi daerah di antaranya BPBD, Dinas Sosial, Asisten Pemerintahan dan Kesra, juga Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapteng, namun masyarakat pejuang Jadup tidak merasa puas, dan kerap melontarkan sindiran atau sorakan, yang membuat situasi kian memanas.

Sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara masyarakat dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu gerbang kantor Bupati, sebelum tibanya sejumlah pejabat daerah. Dalam suasana itu, masyarakat juga meminta agar Bupati Masinton Pasaribu turun dan menemui masyarakatnya, mengingat persoalan yang mereka tuntut itu adalah mengenai hak yang harus diperjuangkan.

“Tidak ada pilihan selain aksi turun ke jalan, seluruh perkebunan kami rusak dan tidak ada lagi mata pencaharian, tabungan kami juga habis. Kami minta bantuan yang diharapkan seperti Jadup harus segera cair agar dapat kami pergunakan,” kata Anggiat, orator unjuk rasa.

“Kami dapat informasi bapak Bupati sudah ada di Tapteng, dan baru kemarin melakukan peninjauan akses jalan kawasan perbatasan daerah bersama Bupati Taput. Kalau bapak Bupati Tapteng tidak bisa hadir menemui masyarakat, kami pun meminta agar Bupati Masinton segera dihubungi melalui handphonenya dan video call untuk menjawab tuntutan kami,” lanjutnya.

Setelah beberapa lama kemudian, Bupati Masinton Pasaribu pun turun menemui pengunjukrasa sekaligus menjawab tuntutan masyarakat, hingga suasana pun kembali kondusif. Dalam cuaca terik matahari, Bupati mencoba menerima sejumlah keluhan masyarakat dengan penuh kesabaran, yaitu mulai dari masalah bantuan sosial kebencanaan hingga kritikan terhadap kinerja pejabat daerah.

Beragam tuntutan masyarakat disampaikan saat aksi unjuk rasa, Bupati Masinton Pasaribu dengan jelas menjawab seluruh keluhan masyarakat korban maupun terdampak bencana alam di Tapteng akan menjadi pedoman, sekaligus berupaya transparan dalam pengelolaan dana bantuan bencana. Bupati Masinton juga meminta maaf atas keterlambatan dalam pendataan penerima bantuan Jadup hingga berbulan-bulan, akibat belum maksimalnya kinerja aparatur pemerintah.

“Masalah transparansi soal bantuan bencana masuk ke Tapteng nantinya kita akan ekspos atau publish, karena seluruh masyarakat wajib tahu, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan terhadap pihak pemerintah. Tentang penyaluran bantuan jadup tahap kedua akan kita upayakan segera mungkin pencairannya, setidaknya harapan kita teralisasi akhir Juni atau awal Juli mendatang,” ujar Masinton.

“Tahap ketiga dan keempat bantuan jadup sedang kita proses ekspos dengan aparat penegak hukum atau APH seperti TNI/Polri dan Kejaksaan. Soal pendataan ulang, kalau nantinya masih ada masyarakat belum terdata silahkan laporkan biar kita proses, sekaligus kita berharap juga kedepan masyarakat juga terlibat melakukan pengawasan terhadap penyaluran bantuan tersebut,” tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....