Tanggul Jebol Lagi, Ratusan Rumah Terendam Banjir
- 22 Mei 2026 17:19 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Rabu sore kembali membawa duka bagi warga Kecamatan Tukka. Tanggul sungai sementara yang baru dibangun kembali jebol setelah tidak kuat menahan gerusan arus sungai yang sangat deras.
Akibatnya, ratusan rumah di Kelurahan Bonalumban terendam banjir hingga ketinggian mencapai satu meter. Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga terpaksa harus dievakuasi dan mengungsi hingga Kamis dini hari.
Suasana mencekam dirasakan warga Kelurahan Bonalumban sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari. Air sungai yang meluap dengan cepat merendam permukiman warga.
| Baca juga: TPST Palas Urai Sampah hingga 16 Ton Perhari |
Karena kondisi air yang terus meninggi, warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai terpaksa dievakuasi oleh petugas dan relawan ke tempat yang lebih aman hingga Kamis pukul 01.00 WIB.
Pada Kamis pagi, kondisi air dilaporkan mulai surut. Warga yang kembali ke rumah hanya bisa pasrah dan langsung bergulat dengan lumpur tebal untuk membersihkan sisa-sisa banjir yang masuk ke dalam kediaman mereka.
Warga setempat mengaku kecewa dengan upaya pemerintah daerah yang dinilai lamban dan kurang serius dalam mengatasi bencana ini. Pasalnya, sejak wilayah mereka dihantam banjir bandang tahun lalu, Kelurahan Bonalumban kini menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras turun.
Menurut penilaian warga, tanggul sementara yang dibangun oleh petugas sebelumnya sangat rapuh karena hanya memanfaatkan sisa material banjir bandang.
"Tanggul sementara yang dibangun petugas hanya memanfaatkan sisa material banjir bandang berupa tanah dan pasir, sehingga sangat rapuh dan mudah jebol," ujar salah seorang warga, Sambulon Purba, saat diwawancarai di lokasi, Kamis, 21 Mei 2026.
Dampak dari jebolnya tanggul ini ternyata meluas. Tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga membuat proyek pembangunan tanggul permanen yang tengah dikerjakan menjadi terhambat. Struktur sabodam dan material besi untuk proyek tersebut hanyut serta tertimbun material banjir.
Selain itu, akses mobilitas warga kini terancam putus total. Satu unit jembatan gantung milik warga mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh akibat dihantam derasnya arus sungai.
Kini, warga Kelurahan Bonalumban hanya bisa berharap adanya tindakan nyata, cepat, dan solutif dari pemerintah daerah setempat agar banjir serupa tidak kembali terulang dan mengancam keselamatan jiwa mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....