Pengungsi Banjir Batang Toru Keluhkan Sulitnya Air Bersih
- 05 Feb 2026 11:30 WIB
- Sibolga
KBRN, Tapsel: Setelah hampir dua bulan bertahan di tenda darurat, sejumlah pengungsi banjir bandang kini mulai dipindahkan secara bertahap ke lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Meski merasa lebih tenang karena sudah memiliki tempat istirahat yang lebih layak dengan fasilitas seperti tempat tidur, kipas angin, dan penerangan, para pengungsi masih menghadapi kendala serius. Selain beberapa warga yang belum mendapatkan bantuan alat memasak, masalah utama yang dihadapi adalah ketersediaan air bersih.
Junaidar Simangunsong dan Herna Panggabean, dua warga yang sudah menempati Huntara, menyatakan pasrah harus menjalani Ramadhan di lokasi pengungsian. Namun, mereka berharap pemerintah segera menambah titik sumber air di area Huntara, mengingat saat ini mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk mendapatkan air.
"Di sini fasilitas sudah ada kipas, tilam, dan listrik. Sebagian sudah punya perlengkapan masak, tapi yang lain belum. Masalahnya air, kami ingin air disediakan di dekat sini. Sumber air yang sekarang jauh, nanti kalau puasa mau ambil wudhu jadi susah. Harapan kami, pembangunan Huntap (Hunian Tetap) dipercepat karena kami tidak bisa berlama-lama di sini agar bisa kembali bekerja mencari nafkah." Ungkapnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Kondisi serupa dirasakan Rohani, seorang lansia penyintas banjir. Keterbatasan fisik membuatnya sangat kesulitan untuk mengambil air secara mandiri. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, ia harus bergantung pada bantuan kerabat yang menjemputkan air untuknya.
"Tinggal di sini perasaan saya lebih tenang. Tapi bagi saya, air itu paling penting. Lokasinya jauh, kaki saya sudah lemas tidak kuat jalan, penglihatan juga sudah kurang. Jadi kalau mau apa-apa, airnya harus dijemputkan (diambilkan) orang lain karena jauh sekali." Ujarnya.
Para pengungsi kini menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan segera merampungkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Mereka mengkhawatirkan nasib dan keberlangsungan hidup keluarga jika harus terus bertahan di hunian sementara tanpa fasilitas air yang memadai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....