Sengketa Lahan Transmigrasi di Tapsel Berujung Bentrok

  • 26 Mei 2026 16:22 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, TAPANULI SELATAN – Puluhan warga terlibat bentrok fisik dengan sejumlah oknum preman di kawasan perkebunan kelapa sawit Desa Muara Manompas, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Insiden ini dipicu oleh penolakan warga terhadap upaya penyerobotan lahan yang selama ini mereka kelola.

Berdasarkan rekaman di lokasi kejadian, kedua belah pihak terlibat adu fisik hingga terjadi aksi penganiayaan. Akibat bentrokan tersebut, seorang warga bernama Hasundungan Siahaan menjadi korban dan mengalami luka di bagian wajah akibat kekerasan fisik.

Kuasa Hukum Masyarakat, Yasser Habibie Hasibuan, dalam keterangannya Selasa, 26 Mei 2026 menjelaskan bahwa ketegangan memuncak saat sejumlah oknum preman membawa alat berat ke lokasi perkebunan. Mereka berniat menguasai lahan tersebut secara sepihak.

Warga setempat langsung menghadang karena mereka mengklaim telah menguasai dan menanami lahan kelapa sawit tersebut secara sah sejak tahun 2014 silam.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, situasi mulai tidak kondusif setelah sekelompok oknum preman datang ke lokasi dan mengklaim secara sepihak bahwa lahan perkebunan itu adalah milik mereka.

Yasser Habibie menegaskan bahwa lahan yang menjadi objek sengketa ini sebenarnya memiliki legalitas yang jelas dari negara. Tempat tersebut merupakan kawasan transmigrasi yang secara resmi telah diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat sejak tahun 1986.

Masyarakat berharap kasus ini segera mendapat perhatian khusus dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, guna menghindari adanya bentrokan susulan serta menjamin keamanan hak atas tanah mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....