HNSI Sibolga Tekankan Pentingnya Organisasi Nelayan
- 28 Jan 2026 14:15 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID. Sibolga - DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Sibolga menekankan pentingnya organisasi nelayan sebagai wadah perjuangan dan penyelesaian persoalan di sektor perikanan. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC HNSI Kota Sibolga, Hotlan Manurung, didampingi Sekretaris Binner J. Siahaan, SE, saat memberikan pembekalan kepada 40 orang nakhoda dan calon nakhoda kapal ikan.
Kegiatan pembekalan tersebut berlangsung di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pondok Batu Sibolga, Selasa (27/1/2026). Peserta berasal dari Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Tanjung Balai.
Dalam pemaparannya, Hotlan Manurung menyebutkan bahwa organisasi merupakan wadah untuk mencapai tujuan bersama. Melalui organisasi, berbagai persoalan yang dihadapi nelayan dapat diselesaikan secara kolektif dan lebih terarah.
Ia juga menyoroti masih sering terjadinya persoalan hubungan kerja antara majikan dan pekerja di sektor perikanan, mulai dari pembagian hasil tangkapan ikan, penangkapan nelayan saat melaut, hingga permasalahan hukum akibat pelanggaran aturan di laut seperti pelanggaran jalur tangkap.
"Keberadaan organisasi resmi seperti HNSI dapat mempermudah nelayan dalam memperoleh jaminan asuransi kecelakaan dan kematian yang selama ini belum menjadi perhatian utama, baik bagi nelayan maupun pengusaha kapal ikan," jelasnya.
Tokoh nelayan yang dikenal aktif sejak tahun 1980-an ini juga menekankan pentingnya pembuatan kontrak kerja antara anak buah kapal (ABK) dan pemilik kapal. Menurutnya, kontrak kerja menjadi dasar perlindungan bagi nelayan agar dapat bekerja lebih aman dan nyaman di tengah tingginya risiko pekerjaan di laut.
'Berbagai peristiwa yang belakangan menimpa nelayan Sibolga dan Tapanuli Tengah, seperti penangkapan kapal ikan di Padang, Pulau Nias, hingga perairan Aceh Singkil yang berujung pada penahanan nakhoda. Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian serius dan penanganan melalui jalur organisasi agar dapat diselesaikan secara lebih efektif," ujarnya lagi.
Pada sesi yang sama, Sekretaris HNSI Kota Sibolga, Binner J. Siahaan, SE, yang juga Ketua Persatuan Pekerja Kapal Ikan (PERKALIN) Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, memaparkan dinamika keberadaan HNSI yang kerap dipersepsikan terbagi ke dalam dua kubu.
Ia menjelaskan bahwa di kalangan nelayan sering muncul istilah HNSI versi Bogor dan versi Bali. "HNSI yang layak didukung adalah organisasi yang benar-benar berpihak kepada nelayan serta mampu bersinergi dengan program pemerintah, bukan yang mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Hal tersebut sejalan dengan arahan DPP HNSI Pusat dan DPD HNSI Sumatera Utara," ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPC HNSI Kota Sibolga mengajak para nelayan untuk bergabung dan berperan aktif dalam organisasi. Sejumlah motto nelayan seperti “Beralaskan Ombak Berselimut Angin”, “Menerjang Ombak, Menghadang Badai”, serta tekad “Pantang Pulang Sebelum Ikan di Tangan” diharapkan menjadi motivasi bersama dalam memperkuat solidaritas nelayan.
Usai kegiatan pembekalan yang berlangsung pada 26–28 Januari 2026, Ketua DPC HNSI Kota Sibolga Hotlan Manurung bersama Sekretaris Binner J. Siahaan, SE, melakukan silaturahmi dengan Kepala PPN Sibolga yang baru, Irvan Armana, S.St.PI., M.Si., didampingi staf Frans Saputra Sembiring, S.St.PI.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, antara lain pembaruan regulasi perikanan, perkembangan operasional kapal ikan, serta berbagai persoalan yang dihadapi nelayan. Pihak PPN Sibolga menyampaikan apresiasi atas peran aktif HNSI Kota Sibolga dan berharap sinergi antara PPN dan HNSI dapat terus terjalin dalam satu tujuan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....