Rakor TPID Kabupaten Toba Bahas Percepatan Sensus Ekonomi 2026
- 14 Jul 2026 13:23 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Toba menggelar rapat koordinasi (rakor) secara hybrid untuk membahas sejumlah agenda strategis nasional, dengan fokus pada percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Toba pada Senin 13 Juli 2026.
Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Staf Ahli Kantor Bupati Toba, Selasa, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu merupakan tindak lanjut radiogram Menteri Dalam Negeri terkait persiapan pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif menjelang akhir tahun.
Rapat dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Jonni D.P. Lubis, ST, MT, didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, SDA, dan Aset, Darwin Parlindungan Sianipar, SPt, MSi.
Selain membahas perkembangan inflasi, rakor juga mengulas progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, rilis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3, serta Program 3 Juta Rumah.
Dalam arahannya, Jonni D.P. Lubis menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mendukung pelaksanaan SE2026 agar berjalan optimal. Ia juga meminta setiap OPD segera berkoordinasi dan melaporkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Toba.
"Asisten juga meminta agar Gerakan Pasar Murah (GPM) dipersiapkan dan direncanakan dengan baik sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok," ujar Kabag Perekonomian dan SDA Sekdakab Toba, Samuel Lumbanraja, SSTP, MSP, saat melaporkan kesiapan pengendalian inflasi di daerah. Ia menambahkan, usai rakor akan dilaksanakan pertemuan bersama Bank Indonesia Sibolga untuk membahas teknis pelaksanaan Gerakan Pasar Murah.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Toba, Sabar Alberto Harianja, menyampaikan progres pelaksanaan SE2026 di Kabupaten Toba telah mencapai 46,15 persen. Ia mengharapkan dukungan seluruh OPD untuk terus menyosialisasikan pentingnya sensus kepada masyarakat.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan perpajakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menerima kedatangan petugas sensus. BPS juga mengajak masyarakat menyukseskan SE2026 melalui slogan TIR, yakni Terima Petugas dengan Baik, Isikan Data dengan Benar, dan Rahasia Terjaga.
Di akhir rapat, Asisten II menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 maupun Program 3 Juta Rumah harus dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Toba melalui sinergi seluruh OPD dan instansi terkait.
Rakor diikuti sejumlah OPD, antara lain Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan PPA, Dinas Sosial, Dinas Koperasi, UKM dan Perindag, Bagian Perekonomian dan SDA Sekdakab Toba, serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Toba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....