Ramadhan dalam Keberagaman, Harmoni di tengah Perbedaan
- 25 Feb 2026 14:50 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Ramadan 1447 Hijriah disambut umat Islam dengan penuh suka cita. Peristiwa Penting ini mengajarkan makna kebersamaan di tengah keberagaman bangsa, terlebih bagi kota Sibolga kota berbilang kaum.
Perbedaan penetapan 1 Ramadan kembali menjadi perhatian masyarakat. Muhammadiyah menetapkan awal puasa berdasarkan hisab, sementara pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menunggu hasil sidang isbat.
| Baca juga: Ramadan Momentum Kembali Jadi Lebih Baik |
Perbedaan metode tersebut kerap memunculkan variasi waktu memulai ibadah puasa. Namun masyarakat diimbau tetap saling menghormati dan menjaga persatuan.
“Perbedaan awal Ramadan adalah bagian dinamika fiqih yang harus disikapi dewasa.” Marlin Harahap menyampaikan pandangannya dalam program Opini Publik Selasa, 24 Februari 2026.
| Baca juga: Ramadan Simbol Kebangkitan Umat Tanpa Kelas |
Ia menegaskan keberagaman adalah kekuatan jika diiringi sikap toleran. “Yang terpenting bukan perbedaannya, tetapi bagaimana kita menjaga ikatan persaudaraan dengan rasa kasih sayang dan kepedulian,” tambah Marlin.
Peristiwa war takjil (berlomba membeli takjil) juga menjadi warna tersendiri setiap Ramadan. Beragam kalangan dan agama turut meramaikan perburuan hidangan berbuka puasa.
Tradisi ini memperlihatkan semangat kebersamaan lintas identitas di ruang publik. Dengan saling menghargai, Ramadan menjadi jembatan persaudaraan dalam perbedaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....