Mental Instan di Era Digital dan Tantangan Generasi Muda
- 29 Sep 2026 17:16 WIB
- Sibolga
Poin Utama
- Mental instan adalah pola pikir yang menginginkan hasil cepat tanpa melalui proses panjang, menjadi topik pembahasan dalam acara Sore Ceria Pro 2 RRI Sibolga pada 29 September 2026.
- Gejala mental instan pada generasi muda meliputi sikap tidak sabar, mudah menyerah, dan kecenderungan mencari jalan pintas dalam mencapai tujuan.
- RRI Sibolga mengangkat pembahasan penyebab, dampak, dan strategi membangun kebiasaan menghargai proses untuk mengatasi mental instan pada kalangan muda.
RRI.CO.ID, Sibolga - Sore Ceria Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 29 September 2026 membahas mental instan pada generasi muda. Pembahasan tersebut mengangkat penyebab, dampak, serta cara membangun kebiasaan menghargai proses.
Mental instan merupakan pola pikir yang menginginkan hasil cepat tanpa melalui proses panjang. Kondisi tersebut dapat terlihat dari sikap tidak sabar, mudah menyerah, dan cenderung mencari jalan pintas.
Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai ikut membentuk kebiasaan memperoleh kepuasan secara cepat. Penggunaan media sosial juga dapat membuat pencapaian orang lain terlihat seolah mudah dan berlangsung instan.
| Baca juga: Pentingnya Self Care di tengah Kesibukan |
Dalam psikologi, kondisi tersebut berkaitan dengan konsep instant gratification dan delayed gratification. American Psychological Association menjelaskan, kemampuan menunda kepuasan merupakan bagian penting dari pengendalian diri.
Konsep tersebut pernah dikaji melalui eksperimen Marshmallow Test oleh psikolog Walter Mischel. Anak-anak ditawarkan satu marshmallow atau menunggu untuk memperoleh hadiah yang lebih besar.
Namun, penelitian lanjutan menunjukkan hubungan antara kemampuan menunda kepuasan dan keberhasilan hidup tidak sesederhana itu. Studi 2018 menemukan faktor lingkungan dan kondisi sosial ekonomi turut memengaruhi hasil penelitian tersebut.
Karena itu, mental instan tidak tepat dipandang hanya sebagai persoalan malas atau kurangnya kemauan. Kemampuan mengendalikan dorongan juga berkaitan dengan keterampilan mengatur perhatian, perilaku, dan tujuan jangka panjang.
Salah seorang pendengar, Arkhan, dalam pembahasan Sore Ceria menilai generasi muda perlu belajar menikmati setiap tahapan. “Tidak semua hal harus cepat, karena proses juga mengajarkan kita menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Arkhan juga mengatakan media sosial sebaiknya digunakan secara bijak agar tidak membandingkan kehidupan sendiri. Menurutnya, kebiasaan menetapkan target kecil dapat membantu generasi muda lebih konsisten mencapai tujuan.
Mental instan dapat membuat seseorang sulit menghadapi proses yang membutuhkan waktu dan ketekunan. Membangun kesabaran, menetapkan target bertahap, dan menghargai proses menjadi langkah penting untuk mengatasinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....