Mengenal Diri dan Mengandalikan Ego di Era Digital
- 11 Mei 2026 21:24 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga– Hari Kesadaran Ego Sedunia diperingati masyarakat internasional setiap tanggal 11 Mei. Peringatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya mengendalikan ego dalam kehidupan sehari-hari.
Psikolog, Fitri Annum Malasari,menjelaskan bahwa ego merupakan bagian dari diri yang memastikan keinginan manusia tetap masuk akal dan sesuai dengan kenyataan yang ada.
“Ego itu di ibarat sebuah rem atau penengah yang menjaga agar tindakan kita sesuai dengan kenyataan yang ada saat ini”, ujar Annum melalui sambungan telepon di program SPADA pada hari Senin, 11 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa kita tidak boleh hanya asal mengikuti kemauan hati tanpa memikirkan dampak bagi lingkungan sekitar.
Namun, masalah muncul ketika seseorang merasa paling benar sehingga sulit menerima saran atau kritikan dari orang lain di sekitarnya. “Seseorang yang mementingkan diri sendiri akan merasa paling benar dan sulit sekali menerima kritikan orang lain,” tegas Annum.
Sikap egois tersebut menjadi sangat relevan karena tantangan pengendalian diri semakin berat pada era digital saat ini. Banyak anak muda saat ini cenderung mencari validasi secara berlebihan melalui media sosialnya.
“Banyak anak muda kini mencari validasi berlebihan di media sosial sehingga mereka mudah kecewa jika tidak mendapat perhatian,” jelasnya. Keinginan tampil sempurna di mata orang lain justru memicu beban mental yang sangat berat bagi banyak remaja.
Oleh karena itu, kesadaran diri sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan hubungan antara individu dengan lingkungan sosial mereka. Empati serta kemampuan mendengarkan orang lain membantu kita lebih tenang dalam menghadapi setiap perbedaan pendapat yang muncul.
Proses pengendalian ego dilakukan dengan cara mengenali batasan diri serta menghargai perasaan orang lain dalam interaksi harian. Sikap ini akan menciptakan keharmonisan hidup sehingga konflik antarpribadi dapat dikurangi secara efektif bagi semua pihak terkait.
Annum menegaskan bahwa memiliki kesadaran ego bukan berarti seseorang menjadi lemah dalam prinsip hidup atau karakter pribadinya. “Kesadaran ego bukan membuat seseorang menjadi lemah, tetapi justru menjadikannya jauh lebih dewasa secara emosional sekarang,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....