Kabut Asap Karhutla di Sibolga Perlu Diwaspadai
- 17 Sep 2026 14:41 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Kabut asap yang dirasakan masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kondisi ini dapat terjadi akibat pergerakan asap dari kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah lain, sehingga tidak seluruh asap yang dirasakan di Sibolga berasal dari kebakaran disekitar daerah ini.
Sri Wahyuni, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, saat Sibolga Menyapa Pro 1, Kamis, 17 September 2026 via selular menjelaskan, asap dari karhutla di wilayah selatan Sumatera dapat terbawa angin menuju wilayah Sumatera Utara. Pergerakan asap dipengaruhi arah dan kecepatan angin, sehingga asap dari daerah yang jauh dapat mencapai Sibolga dan Tapanuli Tengah.
“Kondisi ini menyebabkan langit terlihat berkabut, jarak pandang berkurang dan udara terasa berbeda. Semakin tinggi konsentrasi partikel asap di udara, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” ujar Sri Wahyuni.
Partikel halus seperti PM2.5 menjadi perhatian karena berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh kedalam sistem pernapasan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.
| Baca juga: Senyuman Menjadi Bahasa Universal |
Dampak kabut asap yang dapat dirasakan masyarakat diantaranya mata perih atau berair, tenggorokan kering dan gatal, batuk, serta napas yang terasa tidak nyaman. Selain itu, aktivitas diluar ruangan dapat terganggu dan risiko gangguan pernapasan meningkat pada kelompok rentan.
“Untuk mengurangi paparan asap, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas diluar ruangan apabila kondisi asap sedang pekat. Saat harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel dengan baik, seperti N95 jika tersedia, karena dapat membantu mengurangi paparan. Anak-anak juga perlu dibatasi bermain diluar ketika kualitas udara sedang buruk,” jelas Sri Wahyuni.
Masyarakat diminta menutup pintu dan jendela ketika asap dari luar sedang pekat, serta memperhatikan informasi kualitas udara dan imbauan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman apabila jarak pandang menurun akibat kabut asap.
Sri Wahyuni mengingatkan, kabut asap merupakan persoalan lintas wilayah yang membutuhkan pengendalian karhutla di daerah sumber sekaligus perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada dan mengurangi paparan asap untuk menjaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....