Abu Vulkanik Berbahaya bagi Kesehatan

  • 08 Sep 2026 17:58 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Abu vulkanik yang terbawa ke udara pasca erupsi gunung api tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan. Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Abu vulkanik terdiri dari serpihan batuan mikroskopis, mineral keras, serta pecahan kaca vulkanik yang tajam. Sifatnya yang abrasif atau mudah mengikis dapat menyebabkan iritasi ketika mengenai mata, kulit, maupun saluran pernapasan.

Paparan abu vulkanik dalam jumlah tinggi dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, seperti batuk, tenggorokan terasa gatal, sesak napas, mata merah dan berair, hingga iritasi kulit. Masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan juga perlu lebih waspada karena paparan abu dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

Sri Wahyuni, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, saat Dialog Kentongan Pro 1, Selasa, 8 September 2026 mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu.

“Selain menggunakan masker, masyarakat perlu melindungi mata dengan kacamata dan segera membersihkan tubuh serta pakaian setelah terpapar abu. Abu yang menempel sebaiknya tidak disapu atau ditiup secara sembarangan karena dapat kembali beterbangan dan terhirup,” kata Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni juga menambahkan, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih selama terjadi paparan abu vulkanik.

“Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, batuk berat yang tidak membaik, nyeri dada, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah serta instansi terkait untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama kondisi abu vulkanik masih berlangsung,” tutup Sri Wahyuni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....