Stres Berkepanjangan Picu Gangguan Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi
- 21 Agt 2026 22:14 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Stres berkepanjangan dapat memicu gangguan menstruasi serta memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan secara langsung dalam keseharian. Kondisi tersebut terjadi ketika tekanan psikologis mengganggu keseimbangan hormon yang berperan mengatur siklus menstruasi secara normal dalam tubuh.
Informasi tersebut disampaikan Suci Padma Risanti, S.Tr.Keb., M.Keb., Dosen Ilmu Kebidanan, pada Program Indonesia Sehat. Siaran berlangsung di Pro 1 RRI Sibolga melalui sambungan telepon, Jum'at 21 Agustus 2026.
Stres mengaktifkan hormon kortisol yang dapat mengganggu kerja hormon reproduksi, seperti GnRH, LH, dan FSH dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses ovulasi sehingga siklus menstruasi dapat mengalami perubahan.
| Baca juga: Pola Diet Sehat |
Suci menjelaskan, stres dapat memengaruhi kerja hormon reproduksi perempuan secara signifikan. “Saat seseorang mengalami stres, hormon kortisol meningkat dan dapat memengaruhi hormon reproduksi sehingga siklus menstruasi ikut terganggu,” ujar Suci.
Gangguan menstruasi dapat berupa keterlambatan, perdarahan lebih sedikit, atau perubahan pola menstruasi dibandingkan kondisi biasanya pada setiap perempuan. Menurut Suci, perempuan perlu memperhatikan perubahan tersebut terutama apabila gangguan berlangsung berulang dan mengganggu aktivitas harian secara nyata.
“Jangan mengabaikan perubahan siklus menstruasi, karena tubuh sedang memberikan tanda yang perlu diperhatikan dan dievaluasi,” katanya kepada pendengar. Stres dapat muncul akibat tekanan pekerjaan, masalah keluarga, tuntutan pendidikan, maupun persoalan sosial yang berlangsung terus-menerus dalam kehidupan.
Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat dianjurkan mengenali sumber tekanan, beristirahat cukup, menjaga pola makan, serta berolahraga teratur setiap minggu. Pengelolaan stres perlu dilakukan secara konsisten agar kondisi psikologis dan kesehatan reproduksi tetap terjaga dengan baik.
“Kita perlu memberikan waktu beristirahat, melakukan relaksasi, dan mencari dukungan ketika tekanan terasa semakin berat,” jelasnya. Apabila gangguan menstruasi terus berulang, perempuan disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab serta penanganannya secara tepat.
Informasi kesehatan reproduksi yang tepat membantu perempuan memahami perubahan tubuh dan menentukan kapan pemeriksaan medis diperlukan secara cepat. Melalui program Indonesia Sehat, Suci mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental secara seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....