Syarifah: Ini Tujuan Utama Voucher KB 2026 Tapteng

  • 11 Jul 2026 09:19 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng –Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tapanuli Tengah (PP-KB Tapteng), dr Syarifah Soraya menjelaskan kegiatan launching voucher Keluarga Berencana (KB) tahun 2026, jadi langkah awal memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan KB, serta memperkuat komitmen mitra kerja dan organisasi kemasyarakatan mendukung keberhasilan program pembangunan Keluarga di Tapteng. “Melalui peluncuran inovasi ini, Pemkab Tapteng optimis, tingkat kepesertaan KB aktif akan meningkat signifikan, demi mencetak generasi masa depan yang unggul dan bebas stunting,” kata Syarifah pada Jumat, 10 Juli 2026.

Syarifah menyebut, ada beberapa rangkaian dalam kegiatan ini di antaranya pemberian makanan tinggi protein, kacang ijo 50 KRS, voucher KB untuk peserta calon akseptor. “Sebanyak 15 calon akseptor yaitu 5 calon akseptor MOW, 5 calon akseptor MOP, satu calon akseptor kondom, satu calon akseptor pil, satu calon akseptor suntik, satu calon akseptor implan, satu calon akseptor IUD,” sebutnya.

“Serta penandatanganan dukungan partisipasi mitra kerja dan organisasi serta launching voucher KB untuk peningkatan peserta KB di Tapteng. Pelaksanaan Kontap dan MOW terlaksana 100 persen, dengan jumlah 102 pasien mendapatkan pelayanan kontap gratis,” lanjut Syarifah.

Syarifah mengakui kegiatan ini diinisiasi untuk mencapai enam tujuan utama, yaitu:

1.Memperkenalkan Inovasi; Mengenalkan program Voucher KB secara luas kepada masyarakat dan mitra kerja.

2.Memperkuat Kolaborasi; Meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis program Bangga Kencana mulai dari Dinas Kesehatan, TNI, Polri, Kepala Puskesmas, PKK, hingga Tenaga Lini Lapangan/Kader.

3.Edukasi Masyarakat; Meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya program KB serta mendorong partisipasi aktif dalam pelayanan dan pembinaan.

4.Menekan Unmet Need; Menurunkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) unmet need (yang ingin menunda/menyudahi kehamilan tetapi belum ber-KB) di setiap kecamatan.

5.Mengubah Perilaku; Meningkatkan kesadaran dan kemandirian PUS dalam mengambil keputusan untuk ber-KB.

6.Intervensi Stunting; Mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pengaturan jarak kehamilan dan kelahiran yang ideal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....