Anti Belang ! Jaket Anti-UV Ramai diburu Gen Z
- 19 Jun 2026 19:36 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Beraktivitas di luar ruangan, tentu tidak terlepas dari paparan terik matahari yang menyengat. Guna mengantisipasi dampak buruk radiasi matahari terhadap kesehatan kulit harian, tren mode (fashion) fungsional kini mulai bergeser.
Tidak hanya mengandalkan krim pelindung (sunscreen), kesadaran generasi muda setempat untuk menggunakan pakaian pelindung khusus, seperti jaket anti-UV, kian meningkat secara signifikan.
Radiasi sinar UVA dan UVB dari matahari merupakan pemicu utama terjadinya penuaan dini, flek hitam, luka bakar matahari (sunburn), hingga risiko paling fatal yaitu kanker kulit. Penggunaan pakaian khusus dengan teknologi Ultraviolet Protection Factor atau UPF sangat disarankan sebagai perisai fisik tambahan.
Serat kain pada jaket anti-UV dirancang sangat rapat dan dilapisi material khusus yang mampu memantulkan kembali radiasi matahari, sehingga memberikan perlindungan yang jauh lebih optimal dibandingkan dengan kain katun atau jaket biasa.
Melalui program Sore Ceria pada Minggu, 14 Juni 2026, Ani sebagai seorang pekerja lapangan yang harus sering berkendara sepeda motor di siang hari, ia memilih beralih menggunakan jaket anti-UV demi menjaga kesehatan kulitnya agar tidak mudah mengalami kemerahan atau belang.
"Jaket anti-UV ini bahannya sangat tipis, ringan, dan sirkulasi udaranya bagus," kata Ani. Pakaian ini praktis melindungi tubuhnya tanpa harus berulang kali mengoleskan krim pelindung di kulit.
Sama seperti Ani, seorang warga asal Kalangan bernama Adi juga menyukai tren pakaian fungsional ini. Pria yang gemar berolahraga di pantai ini menilai jaket tersebut mampu menyatukan fungsi dan estetika.
"Modelnya sudah sangat modis dengan pilihan warna kasual yang menarik," ungkap Adi dengan penuh semangat. Menurutnya, anak muda bisa tetap aktif di pantai dengan penampilan yang tetap kelihatan rapi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....