Ada Jaket Penangkal Sinar Matahari
- 19 Jun 2026 20:41 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga– Tinggal di wilayah pesisir dengan paparan terik matahari yang intens sekaligus kelembapan udara yang tinggi sering kali membuat masyarakat menghadapi dilema dalam memilih pakaian luar (outerwear). Menggunakan jaket berbahan tebal konvensional kerap kali memicu keringat berlebih dan rasa gerah yang menyiksa.
Menjawab tantangan tersebut, belakangan ini tren mode fashion berbasis teknologi serat kain pintar, seperti AIRism, semakin diminati oleh generasi muda. Berbeda dengan kain katun tradisional yang cenderung mengikat molekul air dan menyimpan panas tubuh, teknologi AIRism menggunakan anyaman serat sintetis khusus berkinerja tinggi yang sangat tipis dan fleksibel.
Serat ini memiliki kemampuan moisture-wicking tinggi, yaitu langsung menyerap kelembapan dari permukaan kulit dan menguapkannya ke udara dalam hitungan detik. Struktur pori kainnya yang breathable menciptakan sirkulasi udara yang optimal, sehingga mampu bertindak sebagai temperature stabilizer alami yang memberikan efek sejuk (cool touch) saat bersentuhan dengan kulit.
"Jaket ini beneran menjadi penyelamat, saat badan mulai berkeringat karena cuaca panas, kainnya tidak menjadi lengket atau basah kuyup," ujar Nabila melalui program Sore Ceria pada Minggu, 14 Juni 2026. Baginya, pakaian inovatif ini benar-benar menjadi penyelamat karena teksturnya halus dan cepat mengering.
Mengingat mobilitas harian kerjanya yang tinggi dan dituntut untuk berpindah dari ruangan ber-AC ke area terbuka, ia mengandalkan produk luaran seperti AIRism Jaket agar tubuhnya tetap terasa segar.
Sama seperti Nabila, seorang warga asal Pandan bernama Aldi juga menyukai jaket berbahan AIRism ini. “Jaket ini tipis, jadi sangat praktis dipakai berkendara tanpa membebani tubuh. Nilai plusnya, desainnya sangat minimalis dan modern sehingga ketika sampai di kampus atau tempat nongkrong, aku ga perlu lagi repot-repot melepas jaket karena tampilannya sudah rapi untuk dipadukan dengan kaos polos,” kata Aldi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....