Ingin Liburan Terus Bisa Jadi Tanda Stres
- 10 Mei 2026 21:27 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Keinginan untuk terus liburan ternyata dapat menjadi tanda seseorang mengalami tekanan mental berlebihan. Kondisi tersebut muncul ketika rutinitas harian terasa membosankan, melelahkan, dan sulit dinikmati setiap waktu.
Topik ini dibahas dalam obrolan di Acara Jaga Malam Pro 2 RRI Sibolga, Minggu, 10 Mei 2026. Pembahasan mengangkat hubungan antara kebiasaan liburan, stres, dan keseimbangan hidup masyarakat modern.
| Baca juga: Judol Pengaruhi Mental Generasi Muda |
Salah seorang pendengar Pro 2 RRI Sibolga, Hanifah Hasibuan, mengatakan liburan memang membantu mengurangi rasa lelah pikiran. Menurutnya, suasana baru membuat tubuh dan perasaan menjadi lebih tenang sementara waktu.
“Kadang kita terlalu penat dengan aktivitas harian, jadi liburan terasa seperti tempat bernapas,” ujar Hanifah. Ia menilai banyak orang membutuhkan waktu istirahat agar tidak mengalami tekanan berlebihan setiap hari.
| Baca juga: Pentingnya Self Care di tengah Kesibukan |
Secara psikologis, liburan dapat membantu menurunkan hormon stres seseorang. Aktivitas santai juga memberi kesempatan untuk melakukan refleksi dan memperbaiki suasana hati lebih baik.
Namun, keinginan terus-menerus menunggu liburan berikutnya dianggap sebagai kondisi kurang sehat. Kebiasaan itu menunjukkan seseorang mulai kesulitan menikmati kehidupan normal sehari-harinya.
Hanifah juga setuju dengan hal itu, ia berkomentar bahwa hidup seharusnya tidak hanya menunggu waktu berlibur saja. Menurutnya, kebahagiaan perlu dibangun melalui rutinitas sederhana yang tetap menyenangkan dan seimbang.
Kita harus lebih peduli terhadap kesehatan mental masing-masing. Jadi diharapkan kita bisa lebih mampu mengelola stres tanpa menjadikan liburan sebagai pelarian emosional semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....