Anak Rentan Terkena Doom Scrolling

  • 19 Apr 2026 11:51 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kebiasaan doom scrolling tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga mulai dialami anak-anak di tengah tingginya penggunaan gadget. Kebiasaan browsing konten secara terus-menerus khususnya konten negatif, dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak yang masih dalam tahap perkembangan.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Jena Rendita seorang psikolog pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Minggu, 19 April 2026. Minimnya pengawasan serta akses yang mudah terhadap media sosial membuat anak semakin rentan terkena dampaknya.

Anak memiliki kemampuan kontrol diri yang belum matang sehingga lebih mudah terjebak dalam kebiasaan tersebut. "Anak memang cenderung belum bisa menyaring informasi, jadi bisa saja pandangan mereka ini bisa bersifat negatif pada lingkungan sekitarnya" Ujarnya.

Pemilihan konten yang tidak sesuai usia dapat berdampak pada perkembangan emosional anak dengan munculnya rasa sensitif, mudah khawatir, hingga mengalami perubahan suasana hati. "Jika dibiarkan, anak bisa mengalami kecemasan berkepanjangan karena merasa dunia itu gak aman" Lanjut Dr. Jena Rendita.

Ia menjelaskan lebih lanjut, peran orang tua sangat penting dalam penggunaan gadget pada anak. "Banyak orang tua memberikan akses penuh tanpa pendampingan padahal, anak butuh arahan untuk paham mana konten yang layak diamati dan mana yang tidak" Katanya.

Tidak hanya itu, doom scrolling juga dapat mengganggu aktivitas belajar anak karena waktu yang seharusnya belajar atau berinteraksi sosial justru habis untuk menatap layar. "Ketergantungan ponsel bisa menurunkan konsentrasi dan minat belajar anak, bahkan sulit fokus dalam jangka panjang" Tambahnya.

Untuk mencegah itu semua orang tua disarankan untuk membuat aturan penggunaan gadget yang jelas, seperti membatasi durasi layar dan menentukan waktu bebas gadget. Pendampingan anak saat mengakses media sosial juga penting agar orang tua dapat memberikan penjelasan dengan detail jika anak menjumpai konten yang membingungkan atau menakutkan.

Kesadaran bersama antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk melindungi anak dari dampak negatif doom scrolling. "Anak perlu diajarkan keseimbangan antara dunia digital dan nyata karena dengan begitu, mereka bisa tumbuh dengan kondisi mental yang lebih sehat" Tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....