Konsumsi Ultra Processed Food Bagi Kesehatan
- 15 Apr 2026 14:11 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Tren konsumsi Ultra Processed Food (UPF) atau makanan ultra proses makin tak terpisahkan dengan kehidupan di era modern. Mulai dari mie instan, sosis, nugget, minuman kekinian hingga cemilan kemasan menjadi pilihan karena praktis dan mudah didapat.
Hal ini disampaikan Ratna Prameswari seorang Dosen Ilmu Gizi pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Selasa, 14 April 2026. Makanan ultra proses umumnya mengandung gula, garam, dan lemak dengan takaran tinggi.
| Baca juga: Makanan Kaya Retinol Alami Baik untuk Kulit |
Apabila sering dikonsumsi akan menimbulkan berbagai gejala negatif bagi tubuh seperti obesitas dan diabetes. "Makanan ini rasanya memang kuat membuat kita ketagihan tapi kalau sering dikonsumsi, risiko obesitas dan diabetes bisa meningkat," ujarnya.
Ia mengatakan banyak orang tidak sadar bahwa minuman kemasan dan cemilan favorit mereka termasuk kategori ultra proses. "Sekali gak masalah, yang jadi persoalan itu kalau hampir setiap hari kita mengandalkan makanan instan tanpa asupan sayur dan buah," jelasnya.
| Baca juga: Porsi Daging Harian Perlu Diperhatikan |
Lebih lanjut, ia menjelaskan konsumsi Ultra Processed Food (UPF) berlebihan dapat memicu gangguan metabolisme. "Banyak yang masih usia muda sudah terkena kolesterol tinggi dan berat badan berlebih karena pola makannya yang mayoritas makanan cepat saji dan minuman manis," tambahnya.
Ratna menyarankan agar konsumsi makanan ultra proses dibatasi dan diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang yang mencakup sayur, buah, sumber protein alami, serta air putih yang cukup. "Kita harus sadar pada pengendalian diri jangan sampai karena praktis, kita gak memikirkan kesehatan jangka panjang," tutupnya.
Di era modern ini Ratna berharap edukasi terkait pola makan sehat terus dijalankan dan ditingkatkan untuk kedepannya terutama bagi generasi muda yang rentan mengkonsumsi makanan instan dan minuman manis mengikuti tren. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu lebih bijak dalam memilih asupan harian demi mencegah penyakit kronis di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....