Olahraga Diusia Dini Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
- 30 Mar 2026 15:24 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Aktivitas olahraga pada anak usia dini, khususnya rentang usia 3 hingga 6 tahun, dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, serta pembentukan kepercayaan diri. Mahasiswi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Negeri Medan, Mesra, saat berbincang pada Ngobras Pro 1, Minggu, 29 Maret 2026 mengatakan anak pada usia tersebut idealnya melakukan aktivitas fisik sekitar 120 menit setiap hari agar perkembangan tubuh dan kemampuan geraknya dapat berlangsung optimal.
Menurut Mesra, olahraga pada usia dini tidak harus berbentuk latihan yang berat atau kompetitif, melainkan lebih menekankan pada aktivitas yang menyenangkan dan variatif. Kegiatan seperti berlari, bermain bola, menari, berenang, hingga bersepeda dinilai efektif untuk melatih kekuatan otot dan tulang sekaligus meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru. Pendekatan yang menyenangkan juga membantu anak menikmati proses bergerak tanpa merasa terbebani.
“Permainan aktif seperti kejar-kejaran, lompat tali, dan bermain trampolin sangat bermanfaat untuk melatih motorik kasar anak, termasuk keseimbangan, koordinasi, serta kelincahan. Selain itu, aktivitas air seperti berenang atau bermain di kolam dangkal juga baik untuk melatih kekuatan otot, pernapasan, serta keberanian anak saat berada di lingkungan baru,” kata Mesra.
“Olahraga yang melibatkan keseimbangan dan koordinasi, seperti menggunakan balancing bike, scooter, atau inline skate, juga dianjurkan untuk dikenalkan secara bertahap. Selain itu, anak dapat diperkenalkan pada olahraga tim ringan seperti sepak bola, senam, atau bela diri dasar sebagai sarana belajar bekerja sama dan memahami aturan sederhana dalam permainan. Aktivitas fisik kreatif seperti menari, senam ceria, atau gerakan unik seperti crab walking juga dapat merangsang imajinasi sekaligus meningkatkan kelenturan tubuh,” lanjut Mesra.
| Baca juga: Nutrisi Tepat Dukung Kecerdasan Anak |
Mesra menegaskan bahwa olahraga di usia dini memberikan berbagai manfaat, mulai dari menjaga kesehatan fisik, membantu anak memiliki berat badan ideal, hingga memperkuat tulang dan otot. Aktivitas fisik juga berperan dalam melatih motorik halus dan kasar, serta mendukung perkembangan kognitif anak, seperti kemampuan fokus, memecahkan masalah, dan mengontrol emosi. Selain itu, anak yang aktif bergerak cenderung memiliki suasana hati yang lebih stabil dan rasa percaya diri yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terlalu cepat mengarahkan anak pada satu jenis olahraga secara khusus atau spesialisasi dini. Menurutnya, paparan terhadap berbagai jenis aktivitas fisik justru lebih penting agar anak dapat menemukan minatnya secara alami serta menghindari kejenuhan. Pendekatan ini juga membantu perkembangan otot dan keterampilan gerak yang lebih seimbang.
Dalam praktiknya, orang tua memiliki peran besar dalam menumbuhkan kebiasaan olahraga pada anak. Mesra menyarankan agar orang tua menjadikan aktivitas fisik sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan sebagai kewajiban. Orang tua juga dianjurkan menjadi contoh dengan ikut aktif bergerak bersama anak, membatasi waktu penggunaan gawai, serta lebih sering mengajak anak bermain di luar ruangan.
Selain aktivitas fisik, asupan nutrisi yang seimbang juga menjadi faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang dan energi anak saat berolahraga. Dengan kombinasi antara pola makan sehat dan aktivitas fisik yang rutin, anak dapat terhindar dari risiko obesitas serta berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari. Kebiasaan hidup aktif yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan dapat terbawa hingga dewasa dan menjadi fondasi gaya hidup sehat sepanjang hayat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....