Gaya Hidup Berperan Memicu Nyeri Haid
- 09 Feb 2026 11:07 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Nyeri haid merupakan keluhan yang umum dialami oleh perempuan saat memasuki masa menstruasi. Rasa nyeri ini dapat muncul dalam berbagai tingkat, mulai dari ringan hingga sangat hebat, dan kerap memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Secara medis, penyebab utama nyeri haid adalah hormon prostaglandin. Hormon ini berperan dalam memicu kontraksi otot rahim guna membantu meluruhkan dinding rahim selama menstruasi. Semakin tinggi kadar prostaglandin, kontraksi yang terjadi pun semakin kuat sehingga menimbulkan rasa nyeri.
| Baca juga: Kebiasaan Sederhana Memperlambat Penuaan |
dr. Fauzan Amri, pada saat bincang di Sibolga Menyapa Pagi Pro 1, Senin, 9 Februari 2026 mengatakan, nyeri haid dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Nyeri haid primer umumnya terjadi tanpa adanya gangguan medis tertentu dan sering dialami sejak masa remaja. Kondisi ini biasanya bersifat ringan hingga sedang dan masih dianggap normal.
"Nyeri haid sekunder cenderung menimbulkan rasa sakit yang lebih berat, kondisi ini berkaitan dengan adanya penyakit atau gangguan pada organ reproduksi wanita. Beberapa di antaranya adalah endometriosis, adenomiosis, fibroid rahim, radang panggul, serta kondisi serviks yang sempit," kata dr. Fauzan.
Selain faktor medis, gaya hidup juga berperan dalam memicu atau memperparah nyeri haid. Kurangnya aktivitas fisik, tingkat stres yang tinggi, serta pola makan yang tidak sehat dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan keluhan nyeri saat menstruasi.
Menjaga pola hidup sehat dinilai dapat membantu mengurangi nyeri haid. Olahraga secara teratur, mengelola stres dengan baik, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi.
dr. Fauzan Amri menegaskan nyeri haid ringan masih tergolong normal. Namun, apabila nyeri terasa sangat hebat, berlangsung lama, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter kandungan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan guna memastikan penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....