Radio Tetap Relevan ditengah Transformasi Digital

  • 09 Sep 2026 20:41 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Radio dinilai tetap memiliki tempat penting ditengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehadiran berbagai platform media sosial dan layanan streaming tidak serta-merta menggeser keberadaan radio, tetapi justru mendorong media penyiaran tersebut untuk beradaptasi, bertransformasi dan terus berinovasi mengikuti perubahan perilaku masyarakat.

Transformasi radio terlihat dari semakin berkembangnya layanan audio streaming. Jika sebelumnya masyarakat hanya dapat mendengarkan siaran melalui gelombang radio konvensional, kini siaran radio dapat diakses melalui internet menggunakan telepon pintar maupun perangkat digital lainnya. Kondisi ini membuat jangkauan radio menjadi semakin luas dan tidak lagi terbatas oleh wilayah pancaran frekuensi.

Selain melalui streaming, radio juga mulai mengembangkan strategi multikanal dengan memanfaatkan berbagai platform digital. Sejumlah stasiun radio menghadirkan siaran secara langsung melalui YouTube, Instagram, hingga TikTok. Kehadiran konten visual ini menjadi salah satu cara radio mendekatkan diri dengan generasi muda, khususnya Gen Z yang sehari-hari akrab dengan media sosial.

Emrus Sihombing, Pakar Komunikasi Indonesia, saat Sibolga Siang Pro 1, Rabu, 9 September 2026 menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar radio tetap bertahan ditengah perubahan teknologi. Menurutnya, radio tidak cukup hanya mempertahankan pola siaran konvensional, tetapi perlu memahami kebutuhan dan kebiasaan audiens yang terus berubah.

Radio juga tetap memiliki kekuatan dalam menyampaikan informasi secara cepat, akurat dan terpercaya. Ditengah derasnya arus informasi digital dan maraknya konten yang belum tentu terverifikasi, keberadaan media penyiaran yang menjalankan prinsip jurnalistik menjadi penting untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kemampuan radio menjangkau berbagai kelompok masyarakat, menjadi salah satu alasan media ini tetap diminati. Radio tidak hanya didengarkan oleh generasi yang telah lama mengenal media konvensional, tetapi juga mulai kembali mendapatkan perhatian dari kalangan anak muda melalui kemasan konten yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakter platform digital,” ujar Emrus.

Transformasi ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi media konvensional. Sebaliknya, digitalisasi dapat menjadi peluang bagi radio untuk memperluas jangkauan, membangun interaksi dengan pendengar, serta menghadirkan konten dalam berbagai format. Penjelasan mengenai langkah transformasi media konvensional dalam mendekatkan diri kepada masyarakat juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Dengan memadukan kekuatan siaran radio, layanan streaming, media sosial dan konten visual, radio memiliki peluang untuk terus mempertahankan eksistensinya di era digital. Radio bukan sekadar media lama yang bertahan, tetapi media yang terus menyesuaikan diri dengan zaman tanpa meninggalkan perannya sebagai sumber informasi dan hiburan bagi masyarakat,” tutup Emrus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....