Primbon, Warisan Leluhur yang Tetap Hidup di Zaman Modern
- 13 Mei 2026 12:04 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan gaya hidup serba cepat, namun tradisi kuno Primbon masih relevan. Primbon, kitab warisan leluhur berisi perhitungan nasib, waktu baik, hingga karakter seseorang, terbukti tidak tenggelam ditelan zaman.
Alih-alih dianggap kuno, primbon kini bertransformasi menjadi panduan spiritual yang memukau bagi Generasi Z. Relevansi ini membantu melestarikan warisan budaya agar lebih mudah dipahami oleh generasi muda di zaman modern.
Bagi anak muda masa kini, primbon dianggap sebagai versi lokal dari astrologi atau zodiac signs. Jika sebelumnya mereka sibuk mencocokkan zodiak, kini mereka mulai beralih menghitung Neptu untuk melihat kecocokan hubungan hingga menentukan hari terbaik untuk memulai bisnis kreatif.
Fotografer sekaligus content creator Sibolga - Tapanuli Tengah, Bongsu membagikan pengalamannya menggunakan primbon dalam kehidupan sehari-hari.
"Awalnya aku cuma ikut-ikutan tren di TikTok buat cek primbon bareng gebetan. Tapi lama-lama aku sadar, perhitungan primbon itu punya kedalaman filosofis yang keren. Buat aku, primbon itu kayak manifesting versi lokal," ujar Bongsu, saat acara Teras Pro2 RRI Sibolga. Selasa, 12 Mei 2026.
Bongsu menambahkan primbon membantunya merasa lebih terhubung dengan identitas budayanya di tengah dunia yang terasa semakin abstrak.
"Aku suka tanya ke orangtua tentang kebijaksanaan dan etos kerja atau kadang iseng ya cek aplikasi primbon buat cari hari baik. Kedengarannya mungkin old-school, tapi jujur, itu kedamaian berpikir dan bikin aku lebih percaya diri, dan ini tentang menghargai terhadap seseorang atau sesuatu," tambahnya dengan nada antusias.
Menurut para sosiolog, relevansi primbon pada zaman modern bukan disebabkan takhayul semata, melainkan karena kebutuhan manusia akan kepastian dan arahan.
Di tengah kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi dan distraksi digital, primbon menawarkan struktur dan harmoni antara manusia dengan alam semesta.
Beberapa poin yang membuat primbon tetap memukau bagi Gen Z karena adanya kesetaraan kesempatan bagi semua orang mengakses digital.
Primbon membuktikan warisan leluhur tidak harus kaku. Dengan adaptasi yang tepat, tradisi ini mampu bertransformasi menjadi lifestyle yang relevan.
Hal ini membuktikan akar budaya Indonesia tetap kokoh meskipun dahan-dahannya menjulang tinggi ke masa depan digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....