Profesi yang Paling Sering Kurang Tidur
- 20 Jul 2026 05:42 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Tenaga kesehatan, petugas kepolisian, dan pekerja dengan sistem shift termasuk profesi yang paling rentan kurang tidur. Berbagai penelitian menunjukkan kelompok tersebut sering tidur jauh di bawah kebutuhan ideal orang dewasa.
Dokter dan perawat kerap menghadapi jam kerja panjang serta tugas darurat. Kondisi itu membuat waktu istirahat mereka sering berkurang, terutama saat menjalani jadwal jaga malam.
Petugas kepolisian juga menghadapi tantangan serupa akibat jadwal piket yang tidak menentu. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi dan kewaspadaan ketika menjalankan tugas di lapangan.
Topik tersebut dibahas dalam program Jaga Malam Pro 2 RRI Sibolga, Minggu, 19 Juli 2026. Pembahasan menyoroti dampak kurang tidur terhadap kesehatan dan produktivitas kerja.
Profesi lain seperti asisten perawatan kesehatan di rumah dan operator pabrik turut berisiko mengalami gangguan tidur. Pergantian jadwal kerja dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Berbagai lembaga kesehatan merekomendasikan orang dewasa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kekurangan tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Salah seorang pendengar, Rizky, mengaku baru memahami bahwa beberapa profesi memang sulit memperoleh waktu tidur yang cukup. "Saya kira begadang hanya karena pilihan, ternyata banyak pekerjaan yang menuntut kesiapsiagaan sepanjang waktu," ujarnya.
Menurut Rizky, masyarakat perlu lebih menghargai profesi yang tetap bekerja ketika sebagian besar orang sedang beristirahat. Ia berharap para pekerja tersebut memperoleh pengaturan jam kerja yang mendukung kesehatan mereka.
Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Kesadaran menjaga kualitas istirahat diharapkan dapat mendukung kesehatan sekaligus produktivitas kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....