Yuk, Kenali Perbedaan Sedotan Bambu dan Stainless
- 11 Jun 2026 23:32 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Kesadaran generasi muda terhadap kelestarian alam terus meningkat. Salah satu gerakan ramah lingkungan yang kini banyak diterapkan adalah mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai saat nongkrong di kafe.
Sebagai alternatif, sedotan bambu dan sedotan stainless steel menjadi dua pilihan paling populer. Namun, sebelum memutuskan untuk membeli, penting untuk mengetahui karakteristik dan perbedaan kedua jenis sedotan ramah lingkungan ini.
Aktivis lingkungan Seabolga, Yuli Efriani, menjelaskan bahwa baik sedotan bambu maupun stainless steel memiliki keunggulannya masing-masing dalam mendukung gerakan zero waste, namun materialnya memberikan pengalaman pakai yang berbeda.
“Sedotan bambu itu keunggulan utamanya ada pada sifatnya yang seratus persen organik dan biodegradable. Artinya, jika sudah tidak layak pakai dan dibuang, bambu akan terurai alami di tanah tanpa meninggalkan limbah mikroplastik. Selain itu, bambu bukan konduktor, jadi sangat aman dan nyaman di bibir saat digunakan untuk meminum kopi atau teh hangat,” ujar Yuli di acara SPADA pada Rabu,10 Juni 2026.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa sedotan bambu memerlukan perawatan ekstra, yaitu harus dipastikan benar-benar kering setelah dicuci agar tidak lembap dan berjamur.Di sisi lain, bagi masyarakat yang mengutamakan kepraktisan dan daya tahan, sedotan stainless steel menjadi opsi yang lebih dilirik.
“Kalau stainless steel itu investasinya bisa untuk seumur hidup karena sangat kuat, tidak bisa patah, dan mudah disterilisasi dengan air panas. Namun karena sifat logamnya yang menghantarkan suhu, sedotan ini kurang cocok untuk minuman panas karena bisa melukai bibir, dan teksturnya yang keras menuntut kita lebih berhati-hati agar tidak membentur gigi,” tambah Yuli.
Salah satu Teman Pro 2 Dedek, pendengar asal Pandan melalui whatsapp interaktif Pro 2 sering membawa sedotan stainless steel di tasnya sebagai pengganti sedotan plastik saat membeli kopi kesukaannya. “Aku pilih sedotan yang berbahan stainless kak, karena praktis dan awet banget. Kalau habis dipakai, tinggal disikat di air mengalir dan langsung bisa disimpan lagi tanpa takut lapuk,” ungkap Dedek.
Melalui tren penggunaan sedotan ramah lingkungan ini,membuktikan bahwa langkah kecil dalam keseharian bisa membawa dampak besar bagi bumi. Baik memilih sedotan bambu yang alami maupun stainless steel yang tangguh, esensi utamanya adalah komitmen bersama untuk konsisten mengurangi produksi sampah plastik demi menjaga keindahan ekosistem pesisir pantai agar tetap lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....