Pemerintah Diminta Lebih Serius Beri Akses Permodalan
- 05 Nov 2025 10:42 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terus digencarkan melalui pembangunan diberbagai sektor, mulai dari infrastruktur, jasa, pertanian, hingga pengembangan industri rumah tangga atau home industri. Namun demikian, pertumbuhan sektor industri rumahan dinilai masih berjalan di tempat dan belum memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meski tak sedikit pelaku home industri yang mampu berkembang di kota Sibolga, seperti usaha abon ikan, tenun ulos, kerajinan tangan, hingga produksi oleh-oleh sebagian besar penggiat usaha ini masih berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah. “Mereka kerap mengandalkan pelatihan dan bimbingan teknis yang diberikan pemerintah daerah. Namun, menurut para pelaku usaha, dukungan tersebut belum cukup untuk mendorong kemajuan usaha tanpa didampingi akses permodalan yang memadai,” kata Ogek Barat saat Opini Publik Pro 1, Rabu (5/11/2025).
Ogek Barat, selaku Pemerhati Ekonomi Kota Sibolga mengatakan, “Pelatihan itu penting, tapi tidak akan optimal jika tidak disertai bantuan modal. Banyak pelaku industri rumahan punya kemampuan, tetapi tersendat pada modal usaha.”
Ia menyoroti sulitnya pelaku industri rumah tangga memperoleh pinjaman dari lembaga perbankan. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi, mulai dari penilaian bank yang menganggap usaha rumahan kurang prospektif, minimnya agunan, hingga kekhawatiran bank terhadap ketepatan pembayaran cicilan.
“Pertanyaannya, apakah sektor home industri tidak cukup menarik bagi bank? Atau justru pemerintah daerah kurang memberikan jembatan dan perhatian terhadap kelompok usaha kecil ini? Bahkan ada stereotip bahwa pelaku usaha rumahan kadang kurang disiplin dalam mencicil, sehingga bank enggan memberi pinjaman,” kata Ogek Barat.
Tanpa dukungan konkret berupa akses pendanaan, pelaku industri rumahan berpotensi terus stagnan, dan hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi daerah. Ogek Barat berharap pemerintah daerah bersama lembaga keuangan bisa merumuskan skema pendanaan inklusif yang lebih berpihak, misalnya melalui penjaminan kredit UMKM, pembentukan koperasi kuat, serta program pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha mampu membuktikan kelayakan dan komitmen mereka.
“Jika pemerintah dan perbankan ingin melihat pertumbuhan ekonomi rakyat yang nyata, sudah saatnya keberpihakan kepada industri rumahan diperkuat. Dengan akses modal dan pendampingan yang tepat, mereka pasti bisa tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....