Mainan Tradisional, Peluang Usaha Edukatif dan Menguntungkan

  • 14 Jan 2025 11:29 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Potensi usaha mainan tradisional di tengah gempuran era digital saat ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan. Menjual mainan seperti layang-layang, congklak, dan kelereng tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga memiliki dampak positif bagi perkembangan anak-anak.

Hal itu disampaikan Yani melalui WhatsApp saat Acara Spada Pro Sibolga, Selasa (14/1/2025). “Mainan tradisional itu punya nilai edukasi yang tinggi. Selain melatih kreativitas dan motorik anak, mainan ini juga bisa mengurangi ketergantungan mereka pada gadget,” ujar Yani.

Yani menyebutkan, penjualan mainan tradisional dapat lebih efektif jika melibatkan sekolah sebagai mitra. Menargetkan para orang tua yang ingin anak-anak mereka lebih aktif secara fisik dan sosial. Menurutnya, sekolah bisa menjadi tempat strategis untuk mempromosikan mainan tradisional melalui acara seperti bazar, workshop, atau kegiatan ekstrakurikuler.

“Dengan melibatkan sekolah, kita bisa mendekati langsung para orang tua. Mereka pasti ingin anak-anaknya punya waktu bermain yang lebih sehat dan bermakna,” tambah Yani.

Selain itu, Yani percaya bahwa mainan tradisional membantu anak-anak untuk lebih bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Permainan seperti congklak dan kelereng, misalnya, membutuhkan interaksi antar pemain, sehingga membantu membangun komunikasi dan kerjasama di antara anak-anak.

“Sekarang banyak anak yang bermain sendiri dengan gadget. Padahal, permainan tradisional itu mengajarkan kebersamaan. Anak-anak bisa belajar berbagi, bekerja sama, bahkan menyelesaikan konflik kecil,” jelas Yani.

Dengan strategi pemasaran yang melibatkan sekolah serta edukasi kepada orang tua, Yani optimis bahwa mainan tradisional bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi generasi muda.

“Ini bukan cuma soal uang, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menghidupkan kembali budaya dan memberikan pengalaman bermain yang lebih baik untuk anak-anak kita,” tutup Yani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....